Kepulangan Jama'ah Haji Kota Padangsidimpuan Diduga Menyimpan Cerita Hingga Empat Aktivis Goal

Mahmud Nasution - Senin, 17 November 2025 17:28 WIB
Ist
Kolase Foto Wakil Walikota Padangsidimpuan, H.Harry Pahlevi kiri saat bercengkrama dengan warga didalam angkot dan Kanan saat berada di Run Way Bandara KNIA (Kualanamu) Deli Serdang memjemput jama'ah haji turun dari pesawat.

Padangsidimpuan, Asatupro.com – Bak ibarat bangkai ditutupi namun baunya tetap kecium juga, begitulah bunyi peribahasa yang hangat diperbincangkan publik di Padangsidimpuan tentang video yang disebut-sebut diduga melibatkan Wakil Walikota Padangsidimpuan dan Ajudan menyempatkan diri berada di tempat hiburan malam di Medan dan membuat empat aktivis yang di-OTT (Operasi Tangkap Tangan) goal ke balik jeruji besi.

Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa video Wakil Walikota Padangsidimpuan, H. Harry Pahlevi yang diduga memyempatkan diri berada di tempat hiburan malam itu ketika dalam agenda tugas untuk menjemput kepulangan Haji Walikota, Letnan Dalimunthe bersama jama'ah Haji Kloter I, Kamis (12/6/2025) lalu.

"Betul, video tersebut memang disaat kepulangan bapak walikota Padangsidimpuan dan jama'ah haji dari Mekkah. Jadi mereka ditugaskan untuk menjemput pada bulan Juni itu," ujar narasumber kepada Asatupro.com, yang diterima melalui perpesanan aplikasi, Minggu (16/11/2025).

Sementara itu saat dikonfirmasi, Senin (17/11/2025), Ajudan dan Wakil Walikota yang hingga kini enggan memberikan penjelasan ke publik terus memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Meski permohonan konfirmsi telah disampaikan ke Staf Wakil Walikota sejak 10 Oktober 2025.

Tidak adanya klarifikasi resmi justru akan memperlebar spekulasi yang sudah berkembang liar. Sejumlah masyarakat menilai, pejabat publik semestinya hadir memberikan penjelasan terbuka kepada publik agar publik tidak menaruh dugaan kuat kalau Wakil Walikota Padangsidimpuan memang benar berada di tempat hiburan malam saat menjalankan tugas menjemput jama'ah haji pulang dari Tanah Haram (Makkah).

Publik juga mendesak kepada aparat penegak hukum agar mengurai duduk persoalan secara terang-benderang. Terutama terkait kaitan antara munculnya video tersebut dengan OTT terhadap empat aktivis yang sebelumnya menyoroti isu ini.

Apabila pada akhirnya terbukti bahwa video yang disebut-sebut itu benar adanya dan menunjukkan Wakil Walikota diduga menyempatkan diri ke tempat hiburan malam saat menjalankan tugas resmi menjemput jama'ah Haji Padangsidimpuan, maka tindakan seperti itu tentu akan dinilai publik sebagai bentuk ketidakpatutan.

Terlebih lagi jika dalam situasi yang sama empat aktivis justru harus merasakan dinginnya jeruji besi karena mengkritisi persoalan tersebut, hal ini akan dipandang sebagai tindakan yang melukai rasa keadilan masyarakat.

Dalam perspektif etika pemerintahan, perilaku demikian dapat dianggap sebagai perbuatan yang zholim karena membungkam suara empat aktivis dengan tuduhan dugaan pemerasan. Publik kini menunggu agar seluruh tabir persoalan ini diungkap secara terang sehingga keadilan tidak berhenti dan berpihak pada penguasa. (MN)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Daerah

PB MABMI Prihatin OTT Syah Afandin : "Jangan Saling Memburukkan dan Mengaitkan Masa Lalu"

Daerah

KPK Tetapkan Bupati Langkat Syah Afandin Tersangka Suap Proyek

Daerah

OTT Bupati Langkat, KPK Amankan Uang Asing Rp 1,22 M dan 55 Kg Logam Platinum

Daerah

Otten Coffee Buka Kopi Fest Indonesia 2026 Medan dengan Kompetisi Global

Daerah

Perkuat Infrastruktur Desa, Brimob Sumut Lakukan Perbaikan Jembatan Gotting

Daerah

Dugaan Janji Bebas Rp 50 Juta Berujung Duka, Kasus Empat Aktivis Jadi Sorotan