Tapanuli Tengah, asatupro.com-Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Muhammad Alan Haikel, S.K.M, S.I.K, M.I.K, rombongan menempuh perjalanan panjang selama hampir tiga jam menuju Desa Sialogo.Sabti (7/2).Perjalanan
Kapolres beserta rombongan bukan sekadar kunjungan biasa, kehadiran Polri kali ini membawa misi kemanusiaan mengakhiri kegelapan yang menyelimuti desa tersebut selama berbulan-bulan.
Desa Sialogo merupakan salah satu wilayah terdampak parah akibat bencana alam 25 November 2025 lalu. Sejak saat itu, akses listrik di desa ini terputus total. Kondisi geografis yang ekstrem menjadi penghalang utama; jalan utama tertimbun material dan rusaknya infrastruktur membuat alat berat sulit masuk.
"Kondisinya cukup menantang. Sedikitnya ada tiga jembatan utama putus menuju Desa Sialogo. Personel harus ekstra hati-hati membawa peralatan karena jalur yang ada sangat sulit dilalui kendaraan," ujar AKBP Muhammad Alan Haikel di sela-sela kegiatan.
Walau medan sulit tidak menyurutkan niat personel Polres Tapteng untuk sampai ke desa tersebut. Dengan saling bahu-membahu, rombongan akhirnya sampai ketujuan di Desa Sialogo Tapteng. selain Kapolres ikut juga jalan kaki Wakapolres Kompol M. Iskad, S.H, M.M, beserta jajaran PJU dan Bintara guna mengangkut bantuan unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai solusi jangka pendek yang efektif bagi warga.
Setibanya di lokasi, kelelahan para personel terbayar dengan antusiasme warga Dusun II dan Dusun III Desa Sialogo. Personel Polri tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga terjun langsung membantu pemasangan unit PLTS di rumah-rumah penduduk. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Polres Tapteng dalam mendukung pemulihan pasca-bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah.
"Kami merasakan kesulitan warga. Sejak bencana akhir tahun lalu, saudara-saudara kita di sini belum tersentuh aliran listrik kembali. Bantuan PLTS ini adalah wujud hadirnya negara dan Polri di tengah kesulitan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa meski di lokasi terpencil, warga tetap bisa mendapatkan penerangan untuk aktivitas malam hari, khususnya bagi anak-anak yang belajar," tambah Kapolres.
Kini, setelah berbulan-bulan hanya mengandalkan lampu pelita atau gelap gulita, rumah-rumah warga di Dusun II dan Dusun III Desa Sialogo kembali bercahaya. Program bantuan ini diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat masyarakat dalam memulihkan ekonomi dan kehidupan sosial mereka pasca-bencana.
Aksi tanggap darurat dan pemulihan yang dilakukan Polres Tapanuli Tengah ini mendapat apresiasi mendalam dari tokoh masyarakat setempat. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan penuh kekeluargaan, mencerminkan sinergi yang kuat antara Polri dan masyarakat.**