Carut Marut Gas Melon Langka di Padangsidimpuan, Warga Keliling Cari Hingga Rp35 Ribu Per Tabung

Mahmud Nasution - Minggu, 10 Mei 2026 18:18 WIB
MN
Gas Melon 3 Kg Subsidi di Dapur Warga Wek III

Padangsidimpuan, Asatupro.com - Gas Tabung Hijau atau yang biasa disebut Gas Melon LPG 3 Kg menjadi prima dona hari ini di Padangsidimpuan Minggu, (10/5/2026).

Pasalnya warga Kelurahan Wek III sangat sulit untuk membeli tabung gas 3 Kg tersebut. seorang warga bernama Umak Azzam mengatakan, sebelum akhirnya mendapatkan gas 3 Kg, suaminya terlebih dahulu mendatangi salah satu pangkalan yang berada tidak jauh dari rumah mereka. Pangkalan tersebut diketahui milik keluarga seorang ASN yang bekerja di Bagian Kesra (Kesejahteraan Rakyat) Sekretariat Kota Padangsidimpuan.

Namun saat mendatangi pangkalan tersebut, menurutnya gas elpiji 3 Kg tidak lagi tersedia sehingga suaminya kembali berkeliling mencari ke sejumlah lokasi lain di wilayah Padangsidimpuan.

"Suami saya tadi keliling mencari gas mulai dari seputaran Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kelurahan Sidangkal, Jalan Kenanga, dan terakhir baru dapat di daerah Siborang depan Showroom Honda Indaco," ujarnya.

Tak hanya sulit didapat, menurut Umak Azzam harga gas melon tersebut juga mengalami kenaikan. Ia mengaku harus membeli satu tabung gas 3 Kg dengan harga mencapai Rp35.000.

"Dapat pun mahal sekarang, tadi kami beli Rp35 ribu per tabung," katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, pemerhati hukum dan pemerintahan, Adnan Buyung Lubis, menilai pemerintah daerah harus segera turun tangan mengatasi kelangkaan gas subsidi di tengah masyarakat. Ia bahkan menyentil peran Kepala Bagian Ekonomi agar lebih aktif melakukan pengawasan distribusi.

"Kabag Ekonomi jangan tidur melihat kondisi seperti ini. Masyarakat susah mendapatkan gas subsidi sementara harga di lapangan sudah melonjak," tegasnya.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan distribusi gas elpiji 3 Kg berjalan normal dan tepat sasaran agar masyarakat kecil tidak terus menjadi korban kelangkaan maupun permainan harga di lapangan.

Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Pemko Padangsidimpuan, Daulat, saat dikonfirmasi wartawan mengaku pihaknya baru saja selesai mengikuti zoom meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan akan segera turun ke lapangan melakukan pengecekan ke pangkalan resmi.

"Infonya kecamatan mana kira-kira adinda, habis zoom TPID agar kami ke lapangan cek pangkalan-pangkalan resmi kita," balasnya melalui pesan WhatsApp.

Setelah menerima informasi terkait kelangkaan gas di Kecamatan Padangsidimpuan Utara tepatnya Kelurahan Wek III, Daulat menyebut pihaknya akan langsung turun bersama agen maupun distributor untuk melakukan pemeriksaan.

"Besok kami ke sana dan membawa distributor atau agen besarnya. Kalau perlu kita langsung tindak kalau ada barangnya tapi tidak diedarkan, pangkalannya nakal," tegasnya. (MN)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait