Gas 3 Kg Langka, Pemko Padangsidimpuan Ngaku Tak Sanggup Awasi Pangkalan

Mahmud Nasution - Selasa, 12 Mei 2026 10:10 WIB
MN
Tabung Gas Melon 3 Kg di rumah Warga Kel. Wek III
Padangsidimpuan, Asatupro.com – Sidak lapangan Kabag Ekonomi Setdako Padangsidimpuan, Daulat Siregar, terkait carut-marut Gas Melon 3 Kg di Kota Padangsidimpuan yang dilaksanakan Senin, 11 Mei 2026, tidak membuahkan hasil berarti dalam mengatasi persoalan ketersediaan gas subsidi di tengah masyarakat.

Inspeksi dadakan itu justru memunculkan pertanyaan baru setelah temuan di lapangan berbeda dengan keluhan warga. Sebelumnya, warga Kelurahan Wek III, Umak Azzam Nasution, mengaku kesulitan membeli gas 3 Kg di pangkalan dekat rumahnya, Minggu 10 Mei 2026. Saat itu pihak pangkalan menyebut stok kosong. Pangkalan yang dimaksud warga diduga milik ASN yang bekerja di Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdako Padangsidimpuan.

Namun saat disidak, Daulat justru menemukan fakta berbeda. "Kemarin warga bilang kosong, tapi waktu kami datang masih ada sekitar 20 tabung tersedia," kata Daulat menjelaskan hasil sidak di pangkalan tersebut kepada Asatupro.com melalui pesan singkat, Senin (11/5/2026).

Daulat menegaskan, pihaknya sengaja membawa agen besar saat sidak agar kondisi bisa langsung dibuktikan. Meski menemukan 20 tabung, ia mengakui Pemerintah Kota Padangsidimpuan memiliki keterbatasan dalam pengawasan.

"Enggak mungkin kami tiap hari harus sidak. Kami enggak mampu harus sidak tiap hari, makanya perlu informasi dari kawan-kawan media biar ditanya kebenarannya," ujar Daulat.

Ia menambahkan, Bagian Ekonomi hanya dapat melakukan pengawasan secara berkala dan tidak memungkinkan melakukan inspeksi setiap hari ke seluruh pangkalan LPG yang ada di Kota Padangsidimpuan.

Pernyataan itu memantik perhatian publik, mengingat dalam beberapa hari terakhir masyarakat mengeluhkan sulitnya memperoleh gas LPG subsidi 3 Kg. Selain langka, harga jual di tingkat pengecer juga disebut melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi Rp18.500, bahkan mencapai Rp35.000 per tabung.

Di tengah carut marut itu, dugaan penyebab kelangkaan mulai terkuak. Sumber Asatupro.com dari kalangan pengusaha LPG yang dirahasiakan namanya menyebut kondisi langka diduga mulai terasa ketika jatah distribusi gas LPG untuk wilayah Tapanuli Selatan mengalami pengurangan.

"Dah kucari info ternyata benar Tapsel dikurangi jatahnya. Biasanya Tapsel pemasok ke kota ini," beber sumber melalui pesan singkat, Minggu 10 Mei 2026.

Sumber tersebut menjelaskan, pihak-pihak yang selama ini berkecimpung dalam distribusi LPG lebih memahami pola masuknya pasokan gas ke Kota Padangsidimpuan.

"Kalau gas dari Tapsel masuk ke kota biasanya stok di Padangsidimpuan banjir. Tapi kalau distribusi itu tidak masuk, biasanya mulai terasa langka," ungkapnya.

Dengan adanya dua versi yang bertolak belakang antara keluhan warga dan hasil sidak Pemko, serta dugaan pemangkasan kuota dari Tapsel, publik meminta pemerintah serius memastikan ketersediaan stok tetap aman.

Masyarakat juga mendesak adanya pengawasan ketat terhadap pangkalan agar penyaluran gas subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu di tengah kesulitan warga memperoleh gas melon. (MN)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Daerah

Carut Marut Gas Melon Langka di Padangsidimpuan, Warga Keliling Cari Hingga Rp35 Ribu Per Tabung

Daerah

Lima Mobil Dinas Ditarik Ke Sekretariat Pemko Padangsidimpuan, Dua Innova Reborn dari Perkim dan PU serta Tiga Rush GR Sport dari Bappelitbangda

Daerah

“Melanggar Aturan Lahan Sawah Dilindungi? Kadis Pertanian Ungkap Sanksinya”

Daerah

Ketua WIB Desak Oknum DPRD Segera Perbaiki Mobil Dinas Jabatan yang Rusak Akibat Kecelakaan

Daerah

“4 Aktivis Ditangkap, Pejabat Diduga di Tempat Hiburan: Koalisi Sipil Gelar Rembuk Rakyat”

Daerah

Babak Baru Mobil Dinas Jabatan Rusydi Nasution, BK DPRD Padangsidimpuan Beri Rekomendasi