Dairi,asatupro.com-Hiruk-pikuk pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-51 tingkat Kabupaten Dairi di Desa Bintang, Sidikalang, Rabu (13/05/2026), tidak hanya dipenuhi lantunan ayat suci dan ramainya masyarakat yang memadati arena kegiatan. Di salah satu sudut lokasi acara, tampak suasana berbeda yang menghadirkan kesan hangat dan penuh keakraban.
Kasat Lantas Polres Dairi, IPTU Rotua Sipayung, SH bersama sejumlah personel Sat Lantas terlihat duduk santai sambil menikmati kopi bersama para wartawan yang tengah melakukan peliputan kegiatan MTQ.
Momen sederhana itu justru mencuri perhatian. Tidak ada formalitas sekat, tidak ada jarak antara aparat dan insan pers. Yang terlihat hanyalah obrolan santai penuh canda, diskusi ringan, serta pertukaran gagasan mengenai situasi lalu lintas, pelayanan kepolisian, hingga dinamika masyarakat selama pelaksanaan MTQ berlangsung.
Kehadiran IPTU Rotua Sipayung di tengah para wartawan menunjukkan pendekatan humanis yang kini semakin melekat dalam tubuh Polri. Sosok Polwan yang dikenal ramah tersebut tidak hanya menjalankan tugas pengamanan dan pengaturan arus kendaraan di sekitar lokasi acara, tetapi juga membangun komunikasi yang terbuka dengan berbagai elemen masyarakat.
Sebagai Polwan kedua yang dipercaya menjabat Kasat Lantas di Polres Dairi, IPTU Rotua dinilai membawa nuansa baru dalam pelayanan kepolisian. Pendekatannya yang komunikatif dan bersahabat membuat banyak masyarakat merasa lebih dekat dengan aparat kepolisian.
Dalam perbincangan itu, IPTU Rotua juga mengingatkan pentingnya budaya tertib lalu lintas, terutama saat kegiatan besar yang menghadirkan ribuan masyarakat seperti MTQ. Ia mengajak masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan, menjaga kenyamanan, dan saling menghormati sesama pengguna jalan.
Menurutnya, keselamatan di jalan raya bukan hanya soal aturan, tetapi tentang kesadaran bersama dalam menjaga nyawa dan kenyamanan orang lain.
Momen ngopi bersama itu pun menjadi gambaran bahwa tugas kepolisian hari ini tidak sekadar menjaga keamanan, tetapi juga membangun hubungan emosional dengan masyarakat dan media sebagai mitra informasi.
Di tengah padatnya agenda pengamanan, secangkir kopi dan percakapan sederhana di lokasi MTQ Desa Bintang menjadi simbol bahwa kedekatan dan komunikasi yang baik mampu menciptakan suasana yang lebih harmonis antara polisi, wartawan, dan masyarakat.