Dairi,asatupro.com-Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Fraksi PDI Perjuangan Dapil XI (Kabupaten Dairi, Pakpak Bharat dan Karo), Alfriansyah Ujung, ST menggelar Reses I Tahun Sidang III Tahun 2026-2027, Kamis (24/9/2026) di Kelurahan Bintang Hulu, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi.
Dalam reses yang dihadiri Lurah Bintang Hulu, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian dan Ratusan warga tersebut, Alfriansyah tidak hanya menyerap aspirasi, namun juga memberikan pesan tegas terkait bahaya Judi Online (Judol) dan pentingnya ketaatan membayar pajak untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
"Untuk orangtua dan anak-anak kami, saya ingatkan agar tidak bermain Judi Online (Judol). Banyak keluarga hancur karena Judol. Saya juga berharap kita semua mendukung program pemerintah Sumut agar taat membayarkan pajak," ujar Alfriansyah di hadapan warga.
Sesi dialog berlangsung hangat. Berbagai persoalan krusial disampaikan warga:
Kepala Sekolah SDN Bintang Hulu, Elvina Simbolon mengeluhkan akses jalan masuk ke sekolah sepanjang 200 meter yang rusak. Ia juga meminta pemasangan paving blok karena ruang belajar lebih tinggi dari halaman sekolah dan membutuhkan jaringan internet untuk mendukung program belajar mengajar.Esron Helon Tampubolon, pengurus kelompok tani memohon bantuan dan dukungan dalam bertani serta pengurusan Prona.Bapak Bintang, petani, mengeluhkan hilangnya Pupuk SP36 di pasaran yang sangat dibutuhkan petani.
Menanggapi hal tersebut, Alfriansyah langsung memberikan jawaban dan solusi konkret.
"Untuk Ibu Kepsek SD Negeri Bintang Hulu, saya akan berkoordinasi dengan kawan-kawan DPRD Dairi dan Bupati Dairi untuk perbaikan jalan 200 meter dan paving blok. Sementara untuk pemasangan tiang Telkom / jaringan internet saya akan koordinasikan langsung ke pihak Telkom," jawabnya.
Terkait bantuan kelompok tani, Alfriansyah meminta agar segera memberikan proposal kelompok tani kepada stafnya, Jefrat Manik. "Namun jangan berkecil hati kalau hanya ada beberapa yang bisa realisasi, karena anggaran terbatas," jelasnya.
Sementara untuk pupuk SP36, ia menjelaskan kendalanya adalah anggaran yang tidak cukup. "Namun sudah pernah kita koordinasikan dengan Pupuk Indonesia dan memintakan untuk dihadirkan kembali Pupuk SP36."
Pada sesi kedua reses, Alfriansyah menghadirkan langsung Kios Pupuk UD Agata untuk menjelaskan persoalan pupuk di lapangan.
Pihak UD Agata menjelaskan, kelangkaan pupuk pada bulan Januari lalu terjadi karena banjir bandang di Lhokseumawe menurut keterangan dari Pihak Pupuk Indonesia. Untuk penyaluran pupuk di Bintang Hulu sendiri sudah mencapai 53 persen.
Menanggapi itu, Alfriansyah mengingatkan tegas kepada kios pupuk agar menyampaikan ke pihak Pupuk Indonesia supaya sisa pupuk disalurkan paling lama tidak lewat dari bulan Oktober 2026.
"Jangan sampai petani kita menjerit karena pupuk tidak ada saat musim tanam. Sisa pupuk harus tuntas sebelum bulan 10," tegas Alfriansyah Ujung.
Reses yang berlangsung di bawah tenda dengan spanduk bertuliskan "Reses I Tahun Sidang III Tahun 2026-2027 Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara" tersebut berjalan lancar dan penuh antusiasme warga.
Turut hadir Lurah Bintang Hulu, tokoh masyarakat, PPL Dinas Pertanian, tokoh adat, dan tokoh pemuda.