Dumai,asatupro.com-Menjalani masa pidana bukan menjadi penghalang bagi warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai untuk terus produktif dan mengembangkan keterampilan. Salah satunya melalui kegiatan budidaya tanaman cabai yang menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan di lingkungan Rutan Dumai.
Melalui kegiatan ini, warga binaan diberikan kesempatan untuk belajar bercocok tanam, mulai dari proses penyemaian benih, pemindahan bibit, hingga perawatan tanaman. Kegiatan tersebut tidak hanya mengisi waktu dengan aktivitas positif, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian yang diharapkan dapat bermanfaat setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.
Dalam proses budidaya, perawatan tanaman cabai menjadi salah satu tahapan penting yang membutuhkan ketekunan dan konsistensi. Warga binaan melakukan penyiraman secara rutin dengan memperhatikan kondisi kelembapan media tanam agar tanaman tidak kekurangan maupun kelebihan air.
Selain penyiraman, perawatan juga dilakukan dengan memastikan tanaman memperoleh sinar matahari yang cukup, menjaga kebersihan area tanam, serta mengamati pertumbuhan bibit secara berkala. Bibit yang tumbuh kurang optimal perlu mendapat perhatian agar dapat berkembang dengan baik sebelum memasuki tahap pertumbuhan berikutnya.
Pengendalian gulma dan pemantauan terhadap hama maupun penyakit juga menjadi bagian penting dalam pemeliharaan tanaman cabai. Apabila ditemukan daun yang menguning, layu, atau menunjukkan gejala serangan hama, tanaman perlu diperiksa agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Pemupukan pun perlu disesuaikan dengan usia tanaman dan kebutuhan nutrisinya untuk mendukung pertumbuhan batang, daun, serta pembentukan buah.
Melalui pendampingan dan praktik secara langsung, warga binaan diharapkan semakin memahami teknik dasar pertanian, sekaligus membangun sikap disiplin, teliti, sabar dan bertanggung jawab dalam menjalankan kegiatan budidaya.