Padangsidimpuan,asatupro.com-Karut Marut keuangan yang melanda
KotaPadangsidimpuan pada T.A (Tahun Anggaran) 2024 hingga saat ini masih menjadi misteri.
Hingga kini Pemko Padangsidimpuan masih enggan menjelaskan ke publik mengenai krisis apa yang di alami KotaPadangsidimpuan pada Tahun Anggaran 2024.
Pasalnya kondisi T.A 2024 ada beberapa keterlambatan pemabayaran yang dilakukan Pemerintah KotaPadangsidimpuan seperti, gaji honorer selama 3 bulan, gaji perangkat desa, TPP ASN, TPG TW 4 yang baru selesai dibayarkan kemarin dan proyek yang tidak bisa dibayarkan.
Bahkan tidak hanya itu informasi yang dihimpun di T.A 2024 APBD KotaPadangsidimpuan defisit hingga mencapai Rp.27 Miliar. Dengan kondisi ini Pemerintah KotaPadangsidimpuan terkesan "BANGKRUT" dalam pengelolaan APBD.
Sementara itu, Walikota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, saat awak media melakukan wawancara cegat mengenai hal tersebut usai acara silaturahmi Ramadhan jumpa Pers, yang digelar di Aula MAN 2 Model Padangsidimpuan, Rabu (26/03/2025), Walikota Padangsidimpuan enggan memberikan penjelasan informasi yang akurat mengenai kondisi apa yang menjadi penyebab keterlambatan bayar tersebut.
Namun disaat pidatonya Walikota, pada acara Silaturahmi Ramadhan tersebut, Ia mengajak awak media memberitakan pemberitaan yang berimbang dan akurat dalam mewujudkan pembangunan di KotaPadangsidimpuan.
Tempat terpisah, saat dikonfirmasi InspektoratKotaPadangsidimpuan, Sulaiman Naution saat ditanya apa penyebab kondisi Keuangan Pemko tersebut mengalami telat bayar, Ia menyebut agar jangan ditanyakan kepadanya. "Jangan kalian tanya itu sma saya, coba tanya sama Badan Keuangan, Dia lebih tahu itu," Ujar Sulaiman, Selasa (24/03/2025) ketika awak menyedia menyambangi Kantor InspektoratPadangsidimpuan.
Hingga berita ini diterbitkan dari meja redaksi, Kepala Badan Keuangan Daerah KotaPadangsidimpuan, Ady Supriadi, belum juga memberikan penjelasan terhadap publik.