Sabang,asatupro.com- Kondisi sekolah SD Negeri 20, Jalan Balohan-Jaboi di Kecamatan Suka Jaya, Kota Sabang, sangat menyedihkan terkesan tidak dipedulikan oleh dinas terkait, pasalnya plapon luar dalam bolong bolong - Atap bocor - saat hujan banjir guru selalu mengepel - WC berlumut. Kerusakan SD Negeri 20 Balohan sudah berlarut lama terkesan diacuhkan, diminta kepada Ketua DPRK Sabang didampingi komisi yang membidangi nya untuk turun ke lokasi sekolah tersebut kata seorang tokoh pemuda asal Bakaran Batu berinisial ZP yang disampaikan kepada Asatupro.com, Sabtu sore baru baru ini.
Bukan hanya meminta kepada ketua DPRK Kota Sabang, ia juga pertanyakan Anggaran di Dinas Pendidikan kegunaan dana APBK Sabang, 20 persen setiap tahun, dari jumlah dana APBK Sabang yang sudah disyahkan oleh Badan Anggaran Dewan, DPRK Kota Sabang.Menurut nya, bukan sedikit dana APBK Kota Sabang di
Dinas Pendidikan setiap tahun, bila dibandingkan dengan dinas dinas yang lain, yang anggaran nya di bawah dinas pendidikan, Tokoh Pemuda itu cukup kecewa, tingkat untuk perbaiki atau bangunan baru sekolah tak mampu diperjuangkannya, padahal sekolah sudah melapor dan mengusulkan nya, yang ada datang Konsultan, ukur sana ukur sini, dibangun pun tidak sampai dengan saat ini, kata nya.Informasi yang ia terima, setiap tahun Dinas Pendidikan
Kota Sabang ada mendapatkan pokir dari anggota dewan DPRK Kota Sabang, dengan anggaran pokir dewan, apa program yang dibuat Dinas Pendidikan, karna hampir semua
Sekolah Dasar (SD) Negeri di
Kota Sabang rusak parah, yang lebih parah lagi SMP Negeri 6 Paya Seunara, katanya.Hasil konfirmasi Asatupro.com didampingi wartawan
Kota Sabang, kunjungan kerjanya ke
SD Negeri 20 Balohan disambut guru pengajar, guru guru menyampaikan apa yang dialami di Sekolah dengan kata hati yang sedih.
Bantu kami, sekolah kami rusak sudah berlarut lama, sampai dengan saat ini belum juga diperbaiki, macam mana anak anak didik kami mau belajar dengan tenang dan nyaman, kata guru pengajar.
Tambah guru, sekolah sudah mengadukan dan mengusulkan ke Dinas Pendidikan sejak tahun 2020, tapi sampai saat ini tidak ada kabar kelanjutannya untuk diperbaiki nya, padahal kami sebagai guru pengajar sering dipertanyakan oleh wali murid, sekolah rusak kenapa tidak diperbaiki nya, kami guru pengajar berharap dengan secepat mungkin diperbaikinya, keluh guru pengajar.