Jakarta, asatupro.com - Presiden Prabowo Subianto yang baru dilantik pada 20 Oktober 2024 lalu telah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7 sampai 8 persen per tahun selama masa pemerintahannya.
Untuk mendukung hal itu, duet Agus Gumiwang Kartasasmita dan Faisol Reza selaku Menteri dan Wakil Menteri Perindustrian bertekad untuk menciptakan kebijakan strategis yang bisa dijalankan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang mereka pimpin.
Kebijakan strategis tersebut, kata Agus Gumiwang Kartasasmita selaku Menteri Perindustrian, terutama terkait percepatan proses industri hilir untuk sejumlah komoditas, termasuk kelapa sawit, serta industri manufaktur.
"Kementerian Perindustrian bertekad menjalankan kebijakan strategis untuk semakin meningkatkan kinerja industri manufaktur nasional," kata Menteri PerindustrianAgus Gumiwang Kartasasmita seperti dikutip asatupro.com dari laman resmi, Kamis (24/10/2024).
Langkah ini juga selaras dan bisa mendukung target pertumbuhan ekonomi yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto, yaitu sebesar 7-8 persen per tahun mulai 2025.
"Kami akan tancap gas. Sesuai arahan Bapak Presiden, khusus untuk sektor manufaktur, harus ada korelasi di antara pertumbuhan setiap industri dengan kesejahteraan rakyat secara langsung," ucap politisi Partai Golkar ini.
"Artinya, investasi itu harus benar-benar yang terarah, yang juga dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas. Tentunya kami akan bahas rumusannya," kata Menteri PerindustrianAgus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, belum lama ini.
Menperin menegaskan, pihaknya akan bekerja sesuai dengan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) tahun 2025-2045, yang memiliki kebijakan pengembangan 10 industri prioritas.
Editor
: Hendrik Hutabarat
Sumber
: <a href="Liputan" target="_blank"></a>