Medan, asatupro.com - Ada aksi profit taking atau mengambil keuntungan yang dilakukan oleh para pelaku saham dalam gejolak yang terjadi di pasar saham Indonesia selama sepekan terakhir ini.
"Bayangkan, setelah sempat menembus level 8.100-an, indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik arah dan menutup perdagangan di posisi 7.915,66 poin," kata Kepala PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Muhamad Pintor Nasution, Selasa (28/10/2025).
Kepada para wartawan di Medan, Pintor Nasution bilang koreksi sekitar 2,5 persen ini menandai berakhirnya fase penguatan jangka pendek yang telah berlangsung sejak awal bulan.
Namun, kata dia, di balik pergerakan itu tersimpan sebuah fenomena klasik dalam dunia investasi yang dikenal sebagai profit taking yang dilakukan investor setelah harga saham naik cukup tinggi.Tetapi ia mengingatkan kalau aksi profit taking bukanlah tanda bahwa pasar sedang jatuh bebas. Sebaliknya, profit taking adalah napas alami dari setiap pergerakan pasar yang sehat.
"Ketika harga saham telah naik signifikan, sebagian investor memilih untuk merealisasikan keuntungannya," ungkap Pintor Nasution.
"Mereka (para pelaku saham, red) menjual sebagian atau seluruh kepemilikannya agar keuntungan yang sebelumnya hanya "di atas kertas" berubah menjadi uang tunai nyata," bebernya lagi.
Halaman :
Warning: Undefined variable $max_pages in
/home/u7391150/public_html/asatupro.com/amp/detail.php on line
259
Sumber
: <a href="Liputan" target="_blank"></a>