Medan, asatupro.com — Kamar Dagang dan Industri (
KADIN)
Sumatera Utara (Sumut) mendorong percepatan hilirisasi komoditas dan peningkatan investasi sebagai bagian dari strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi
Sumatera Utara pada 2027.
Ketua Umum KADIN Sumut, Firsal Dida Mutyara, mengatakan Sumut memiliki modal ekonomi yang besar, mulai dari perkebunan sawit, karet, kopi dan hortikultura hingga kawasan industri, pelabuhan, bandara, jaringan jalan tol dan destinasi pariwisata.
Namun, menurut Dida, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi nilai tambah dan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Sumut.
Hal itu disampaikan Dida dalam sambutannya saat membuka Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) KADIN Sumut 2026 di Adimulia Hotel Medan, Kamis (24/9/2026).
"Rapimprov bukan sekadar agenda organisasi. Ini adalah forum untuk menyatukan langkah dunia usaha dari 33 kabupaten dan kota, agar kita tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi menjadi penggeraknya," kata Dida.
Pertumbuhan Ekonomi Belum MerataDida menyebut pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada Triwulan II 2026 mencapai sekitar 5,06 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,98 persen.
Meski mengalami peningkatan, ia menilai pertumbuhan tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam penyerapan tenaga kerja, pengurangan kemiskinan dan pemerataan pembangunan antardaerah.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi masih terkonsentrasi di kawasan Mebidangro dan Pantai Timur. Sementara itu, sejumlah wilayah Pantai Barat, Tapanuli dan Kepulauan Nias masih menghadapi persoalan infrastruktur, konektivitas dan akses pasar.
Persoalan lain yang disoroti adalah ketergantungan sejumlah daerah terhadap komoditas mentah.
Ketika harga sawit dan karet mengalami tekanan, kata Dida, dampaknya dapat langsung dirasakan terhadap daya beli masyarakat.
Editor
: Hendrik Hutabarat
Sumber
: <a href="Rilis" target="_blank"></a>