Medan,asatupro.com-Tokoh masyarakat Sumatera Utara, HM Nezar Djoeli meminta aparat penegak hukum Kepolisian dan Kejaksaan mengusut tuntas semua aktor yang diduga terlibat menerima aliran uang dalam kasus dugaan praktik percaloan di Perumda PDAM Tirtanadi Sumut pada tahun 2022 dengan tersangka mantan pegawai yang saat ini sedang menjalankan masa hukumannya.
Menurut Nezar Djoelli, apa yang disampaikan tersangka Rizka Daulay kepada media, ia mengakui perbuatannya dalam kasus penipuan tersebut. Namun dibalik itu ia mengungkapkan tidak sendirian karena selama beraksi ia mengaku uang tersebut ia transfer ke rekening seorang pegawai PDAM Tirtanadi berinisial ARS yang juga mantan suaminya, dengan total mencapai Rp1,7 miliar. Dana tersebut diduga berkaitan dengan praktik percaloan penerimaan pegawai.
"Bahkan, fakta saat dalam persidangan (31/10/2022) lalu Diakuinya setelah menerima uang dari korban untuk masuk pegawai dan honorer, ia menyerahkan uang tersebut kepada, "ARS" yang masih berstatus suaminya." kata Nezar.
Apalagi, menurut Nezar bahwaa Rizka telah melaporkan ARS kepolda Sumatera Utara bersamaan dengan semua bukti bukti Transfer, namun sampai saat ini perkembangan kasus itu hanya jalan di tempat.
"Sangat kita sayangkan, memang kasus ini terjadi pada tahun 2022 lalu dan sudah ada tersangkanya. Tetapi kepolisan juga harus menelusuri keterlibatan lainnya seperti yang disampaikan Rizka di media bahwa dana itu juga mengalir selain ke ARS juga ke sejumlah pejabat lainnya dan ada juga mantan direktur PDAM Tirtanadi.
Sekali lagi dengan tegas Nezar meminta Polda Sumut segera memanggil dan memeriksa orang yang dimaksud oleh Rizka Daulay. Jangan ada tebang pilih dan kepolisian diyakini bekerja secara professional dan terbuka dalam mengungkap kasus yang menyebabkan citra buruk di perumda Tirtanadi .