Medan,asatupro.com-Rahman Hasibuan, Ketua SMK-SU, dengan tegas menyampaikan sikap dan kemarahan publik atas dugaan kuat praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam pengadaan aspal di Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan Tahun Anggaran 2026 senilai Rp24,6 miliar lebih.
Kami menilai praktik ini bukan sekadar dugaan biasa, melainkan indikasi adanya permainan yang terstruktur, sistematis, dan masif. Jika dibiarkan, hal ini berpotensi besar merugikan keuangan negara serta mengkhianati kepentingan masyarakat.
Dalam orasinya, Rahman menegaskan:
"Kami tidak akan diam! Ini adalah bentuk nyata pembusukan sistem pengadaan barang dan jasa. Aparat penegak hukum tidak boleh tutup mata—jika hukum masih tegak, maka para pelaku harus ditangkap dan diadili!"
Berdasarkan hasil investigasi, ditemukan kejanggalan serius dalam proses pengadaan melalui metode e-purchasing:
Pengadaan 10.000 ton Hotmix AC-WC kepada PT RA senilai Rp16.156.527.300.Pengadaan 5.000 ton Hotmix HRS-WC kepada PT GD senilai Rp8.497.050.000.
Kedua paket pekerjaan tersebut diduga tidak melalui proses mini kompetisi. Padahal mekanisme e-purchasing mewajibkannya, mengingat banyaknya penyedia hotmix di wilayah Medan, Deli Serdang, dan Langkat.
Fakta ini memperkuat dugaan adanya pengondisian pemenang, monopoli terselubung, dan praktik bagi-bagi proyek. Tindakan tersebut jelas melanggar prinsip transparansi dan keadilan sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 16 Tahun 2018 serta Spesifikasi Umum Bina Marga 2018.
Lebih dari itu, kondisi ini menunjukkan bahwa korupsi telah menjadi penyakit kronis yang tidak hanya merusak keuangan negara, tetapi juga menghancurkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah dan aparat penegak hukum.
Kami menantang Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Bapak Muhibuddin, S.H., M.H., untuk membuktikan integritasnya:
"Apakah Kejaksaan berani mengusut? Atau justru memilih diam dan membiarkan praktik kotor ini terus berlangsung?"
Tuntutan SMK-SU:
MENDESAK & MENANTANG Kejaksaan Tinggi
Sumatera Utara untuk SEGERA mengambil alih dan mengusut tuntas dugaan
KKN di Dinas
SDABMBK Kota
Medan tanpa tebang pilih!
MENDESAK Kapolda
Sumatera Utara untuk SEGERA MENETAPKAN TERSANGKA terhadap pihak-pihak yang terlibat, apabila alat bukti yang sah telah terpenuhi. Jangan lindungi pelaku kejahatan korupsi!
MEMINTA & MENDESAK Wali Kota
Medan untuk SEGERA MENCOPOT Kepala Dinas
SDABMBK apabila terbukti lalai atau terlibat dalam praktik ini.
Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret dari aparat penegak hukum, maka SMK-SU akan menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar dan tekanan yang lebih kuat!