Dairi,asatupro.com—Cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Dairi terus menunjukkan tren positif. Per 1 Agustus 2026, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan Dairi telah mencapai 97,86 persen.
Data tersebut disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kabanjahe dr. Kiki Christmar Marbun, MPH, AAK bersama Kepala Kantor BPJS Kesehatan Sidikalang Melpa Jesika Sitanggang saat audiensi dengan Bupati Dairi Vickner Sinaga di Pendopo Bupati Dairi, Rabu (2/9/2026).
dr. Kiki Christmar menjelaskan, di awal September 2026 terjadi penambahan 2.670 jiwa peserta baru. Meski demikian, masih terdapat gap sekitar 2.270 jiwa yang diproyeksikan belum terdaftar hingga akhir tahun 2026.
"Kami bermaksud untuk turun langsung ke masyarakat, namun kami meminta bantuan dari Pemkab Dairi untuk mensosialisasikan terlebih dahulu agar warga kita ikut serta bergabung dalam BPJS," ujar dr. Kiki.
BPJS Kesehatan juga menargetkan Dairi segera mencapai Universal Health Coverage atau cakupan kesehatan semesta.
Selain kepesertaan, BPJS Kesehatan menyoroti sejumlah catatan terkait kualitas pelayanan di Dairi. Beberapa kebutuhan SDM kesehatan yang masih menjadi perhatian antara lain dokter gigi spesialis, dokter spesialis urologi, serta dokter umum di sejumlah Puskesmas.
Menanggapi hal itu, Bupati Vickner Sinaga didampingi Kepala dinas kesehatan Dairi dr. Henry Manik dan Dirut RSUD Sidikalang dr. Benny Purba menyampaikan apresiasi atas masukan BPJS Kesehatan.
Vickner menyebut Pemkab Dairi telah menyiapkan langkah penguatan SDM. Salah satunya dengan mengirim tenaga kesehatan untuk pendidikan spesialis gigi yang ditargetkan kembali bertugas awal tahun depan.
"Untuk pelayanan hemodialisa, kita rencanakan penambahan 4 unit mesin haemodialisa yang dapat beroperasi di akhir tahun ini," jelas Vickner.
Ia juga mengungkapkan Pemkab Dairi terus berkomunikasi dengan Universitas Sumatera Utara (USU) untuk menghadirkan dokter spesialis urologi di RSUD Sidikalang.
Di sisi infrastruktur, Vickner menyebut pembenahan RSUD Sidikalang terus berjalan. Beberapa perbaikan telah dilakukan, namun masih ada pekerjaan lanjutan yang akan dituntaskan.
Bupati menegaskan peningkatan kepesertaan BPJS tidak hanya mengejar angka, tetapi harus berdampak nyata.
"Kita butuh terobosan agar setiap warga Dairi benar-benar merasakan manfaat JKN. Kesehatan adalah hak dasar masyarakat," tegas Vickner.
Dengan sisa 2.270 jiwa lagi, Pemkab Dairi bersama BPJS Kesehatan optimis target UHC dapat tercapai sebelum akhir 2026.