Medan,asatupro.com-Dalam menghadapi tantangan komunikasi yang semakin kompliks insan penerangan diminta harus profesional dan terpercaya dalam bekerja. Bekerja dengan hati, berarti menghadirkan empati, ketulusan dan semangat melayani dalam setiap produk penerangan.
Demikian dikatakan Kapendam I/BB Kolonel Inf Hasrul Kurniawan Harahap beberapa waktu lalu dihadapan wartawan saat acara silaturahmi bersama insan media dalam rangka HUT ke 76 Tahun Dinas Penerangan TNI AD digelar Penerangan Kodam I/BB di gedung A.H.Nasution Makodam I/BB Medan.
Penerangan TNI Angkatan Darat dituntut terus bertransformasi menjadi prajurit profesional, adaptif, dan inovatif guna mendukung keberhasilan tugas pokok TNI AD di tengah dinamika zaman.
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, S.E., M.Han., dalam amanat tertulis.dibacakan Kapendam I/BB Kolonel Inf Hasrul Kurniawan Harahap, pada acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Dinas Penerangan TNI AD beberapa waktu lalu di Kodam I/BB.
Dalam amanatnya, Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan bahwa peringatan HUT Penerangan TNI AD bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum refleksi atas perjalanan panjang pengabdian insan penerangan selama 75 tahun.
"Usia 75 tahun merupakan simbol kedewasaan institusi yang sarat pengalaman. Ini menjadi titik tolak untuk menatap masa depan dengan semangat pembaruan, profesionalisme, dan pengabdian yang semakin kuat," tegas Kadispenad.
Kapendam I/BB menjelaskan, tema HUT ke-75 Dispenad tahun ini, "Penerangan TNI AD: Bekerja Dengan Hati, Profesional dan Terpercaya", mengandung makna komitmen moral dan profesionalisme insan penerangan dalam menghadapi tantangan komunikasi yang semakin kompleks."Penerangan TNI AD tidak hanya menjadi corong informasi, tetapi juga benteng pertama dalam meluruskan informasi keliru serta menyebarluaskan nilai-nilai positif TNI AD kepada masyarakat," ujarnya.
Sebagai harapan ke depan, seluruh jajaran Penerangan TNI AD, dari pusat hingga satuan paling bawah, diharapkan terus meningkatkan kapasitas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap menjadi penjaga wajah TNI AD yang kredibel, humanis, dan dipercaya publik.
"Penerangan TNI AD harus menjadi mitra strategis pimpinan, jembatan informasi yang akurat, sekaligus inspirasi bagi masyarakat luas, dengan menghadirkan narasi yang menyejukkan dan edukatif," pungkas Kapendam.**