Medan,asatupro.com-Jajaran Humas Poldasu latihan peningkatan bidang kehumasan serta belajar editing Video, Rabu (11/3/2026) di Aula Tribrata Polda Sumut. Peserta dibekali materi penulisan narasi berita, strategi membuat konten menarik, teknik pembuatan dan pengeditan video berbasis kecerdasan buatan (AI).
Menghadirkan T. Agus Khaidir, Pimpinan Redaksi Tribun Medan, sebagai narasumber dengan materi bertajuk "Konten Humas Bisa Populer? Kenapa Tidak!". Dalam paparannya, Agus Khaidir menjelaskan konten yang diproduksi humas memiliki peluang besar untuk menjadi populer jika dikemas dengan cara yang tepat dan menarik perhatian publik.
Salah satu kunci utamanya adalah membuat "Hook" atau pembuka yang kuat dalam sebuah narasi berita maupun konten media sosial.
"Hook itu sangat penting. Kalau pembukanya kuat dan menarik, orang akan tertarik membaca sampai selesai. Humas harus bisa membuat pembuka langsung mengundang perhatian pembaca," ujarnya di hadapan peserta pelatihan.
Ia juga menekankan pentingnya menyusun berita dengan struktur jurnalistik yang jelas, menggunakan bahasa sederhana, namun tetap kuat dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, panitia juga melaksanakan pre test dan post test kepada para peserta untuk mengukur pemahaman terhadap materi yang diberikan.
Memasuki sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi lanjutan dari Muhammad Wahyu Ilhami S.I.Kom. terkait videografi dan desain grafis.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan, termasuk pemanfaatan platform Google Gemini, pembuatan AI meme dan karikatur serta teknik pengeditan video untuk menghasilkan konten lebih menarik dan komunikatif.
Di akhir kegiatan, Kabid Humas Polda Sumut Ferry Walintukan memberikan pembekalan kepada seluruh peserta mengenai pentingnya kreativitas dan kemampuan adaptasi personel humas di era digital.
Menurutnya, kemampuan menulis berita, mengolah visual, hingga memanfaatkan teknologi digital sangat penting dalam mendukung strategi komunikasi publik Polri.
Selain itu, para peserta juga menerima brevet kehumasan sebagai tanda telah mengikuti pembekalan peningkatan kompetensi di bidang komunikasi publik.