Jakarta,asatupro.com-Dewan Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Pejuang Reformasi (DPP FROMPER) menyampaikan dukungan penuh terhadap arah kebijakan pemerintahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menegaskan pentingnya keseimbangan antara keterbukaan terhadap kritik dan percepatan kerja nyata demi kepentingan rakyat.
Ketua Umum DPP FROMPER, Zulhamdani Napitupulu, menilai komitmen Presiden Prabowo dalam merangkul fungsi pengawasan baik dari legislatif maupun elemen masyarakat menunjukkan kepemimpinan yang demokratis sekaligus berorientasi pada hasil nyata (result-oriented).
"Kritik dan pengawasan adalah vitamin bagi demokrasi, namun percepatan kerja pemerintah adalah kebutuhan mutlak bagi rakyat. FROMPER melihat Presiden Prabowo mampu menyeimbangkan keduanya dengan sangat baik melalui sinergi yang solid bersama DPR RI," ujar Zulhamdani.
Lebih lanjut, DPP FROMPER memberikan apresiasi tinggi atas langkah progresif pemerintah dalam mengamankan kekayaan sumber daya alam nasional. Kehadiran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang direncanakan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027 di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai sebagai tonggak sejarah penting untuk mengakhiri ketimpangan ekonomi masa lalu.
Menurut Zulhamdani, kebijakan hilirisasi melalui sistem ekspor satu pintu dan pembentukan bursa komoditas ini merupakan bukti nyata keberpihakan negara agar kekayaan alam Indonesia dapat dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat, bukan segelintir golongan
Kedaulatan Ekonomi: Kebijakan ini akan memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah global sekaligus menghadirkan harga referensi komoditas ekspor yang transparan dan berkeadilan.
Pengawasan Ketat: Keterlibatan OJK dalam mengawasi bursa mineral dan komoditas strategis memberikan jaminan tata kelola yang bersih, profesional, dan akuntabel.
"Sebagai bagian dari elemen pemuda dan mahasiswa, FROMPER siap mengawal dan berdiri di garis terdepan untuk mendukung setiap kebijakan strategis pemerintah yang berorientasi pada kedaulatan sumber daya alam dan kemakmuran rakyat Indonesia," tutup Zulhamdani.