Jakarta,asatupro.com-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru di Istana Kepresidenan, Jakarta. Suahasil dilantik untuk menggantikan posisi yang sebelumnya diemban oleh Purbaya Yudhi Sadewa.
Pergantian kepemimpinan di pos strategis fiskal negara ini menarik perhatian publik dan pelaku pasar, mengingat rekam jejak Suahasil yang telah lama berkecimpung di dunia birokrasi keuangan nasional.
Perjalanan Karier dan Pengalaman Birokrasi
Suahasil Nazara bukanlah figur baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Sebelum dipercaya menduduki kursi orang nomor satu di Kemenkeu, ia telah lama mendampingi roda kebijakan fiskal Indonesia, termasuk menduduki posisi sebagai Wakil Menteri Keuangan serta Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF).
Selain berkarier di birokrasi pemerintahan, Suahasil memiliki latar belakang akademisi yang kuat. Ia merupakan guru besar atau profesor di bidang Ilmu Ekonomi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) yang telah mengajar sejak tahun 1999.
Pengalamannya di bidang perumusan kebijakan publik juga terbukti saat ia menjabat sebagai Koordinator Kelompok Kerja Kebijakan di Sekretariat TNP2K Kantor Wakil Presiden RI (2010–2015) serta anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional (KEN).
Latar Belakang Pendidikan
Dari sisi akademis, Suahasil memiliki kualifikasi pendidikan tinggi yang mumpuni di bidang ekonomi:
Sarjana Ekonomi (S.E.): Universitas Indonesia.
Master of Science (M.Sc.): Cornell University, Amerika Serikat (1997).
Doctor of Philosophy (Ph.D.): University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat (2003).
Komitmen Menjaga Kesehatan APBN
Usai pelantikannya, Suahasil menegaskan pentingnya menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar senantiasa berada dalam kondisi yang sehat, kredibel, serta mampu menjadi instrumen yang tangguh dalam menghadapi dinamika ekonomi global maupun domestik.
Kehadirannya di kursi kepemimpinan Kementerian Keuangan diharapkan mampu memberikan stabilitas serta kepercayaan bagi para investor dan sektor riil.