Nedan,asatupro.com-Panglima Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB), Mayjen TNI Hendy Antariksa, menerima kunjungan silaturahmi sekaligus audiensi dari Direktur Sumber Daya Manusia (Dir SDM) Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kuathan Kemhan) RI, Brigjen TNI Eddy Susanto, beserta rombongan di Ruang Kerja Pangdam I/BB, Lantai II Makodam I/BB, Medan, Sumatera Utara, Rabu (14/10/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, dengan agenda utama membahas sosialisasi serta penyamaan persepsi terkait regulasi dan aturan penetapan status gugur, tewas, maupun meninggal dunia bagi prajurit TNI.
Pentingnya Kepastian Hak Prajurit dan Keluarga
Dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI Hendy Antariksa menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kemhan RI dan menekankan pentingnya pemahaman yang komprehensif mengenai regulasi status gugur prajurit.
Penetapan status ini sangat krusial karena berkaitan langsung dengan pemenuhan hak-hak administratif, santunan, serta perawatan bagi keluarga atau ahli waris prajurit yang ditinggalkan.
"Kepastian status hukum dan administrasi prajurit yang gugur atau tewas dalam menjalankan tugas negara merupakan bentuk penghormatan tertinggi dari negara atas pengabdian mereka. Pemahaman aturan ini penting agar seluruh hak-hak prajurit dan keluarganya dapat tersalurkan secara tepat dan adil," ujar Pangdam.
Sosialisasi dan Sinergi Kementerian Pertahanan – TNI
Sementara itu, Dir SDM Kuathan Kemhan RI, Brigjen TNI Eddy Susanto, menjelaskan bahwa sosialisasi dan pembahasan aturan ini dilakukan guna memastikan keselarasan prosedur antara Kemhan RI dan satuan-satuan di daerah, khususnya Kodam I/Bukit Barisan.
Kemhan terus berkomitmen menyempurnakan dan memperjelas aturan turunan terkait status prajurit agar proses verifikasi dan penetapan kelayakan status gugur dalam tugas operasi maupun dinas dapat berjalan lebih transparan, cepat, dan akuntabel.
Audiensi tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama dan pertukaran cinderamata sebagai simbol sinergi yang kuat antara Kodam I/Bukit Barisan dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.