Jembrana, Bali,asatupro.com-Upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan lanjut usia (lansia) terus dilakukan melalui kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Dhyana Pura melaksanakan program bertajuk "PKM-Empon-Empon dan Fisioterapi untuk Optimalisasi Kesehatan Lansia di Rumah Lansia Bahagia, Desa Baluk, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali."
Program tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap kebutuhan mitra, khususnya dalam meningkatkan kesehatan fisik, asupan gizi, serta kualitas pelayanan bagi para lansia yang tinggal di Rumah Lansia Bahagia, Banjar Baluk 2, Desa Baluk, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.
Lokasi mitra berjarak sekitar tiga jam perjalanan dari kampus Universitas Dhyana Pura dan dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Rumah Lansia Bahagia berada di bawah pimpinan I Kadek Sumerdana dan menjadi tempat tinggal bagi 42 lansia, yang terdiri atas 27 perempuan dan 15 laki-laki.
Para lansia ditempatkan dalam ruangan yang terpisah antara laki-laki dan perempuan. Setiap kamar dilengkapi tiga hingga empat tempat tidur, masing-masing dengan kasur dan selimut.
Para penghuni memiliki latar belakang yang beragam, baik dari sisi kondisi kesehatan, fisik, psikologis maupun keadaan keluarga. Sebagian lansia diantarkan oleh anak atau keluarga dengan harapan memperoleh pelayanan dan perawatan yang lebih layak. Namun, terdapat pula lansia yang berada di rumah tersebut karena kurang mendapatkan perhatian dari keluarganya, meskipun kondisi ekonomi keluarganya tergolong mapan.
Di tengah kondisi tersebut, Yayasan Rumah Lansia Bahagia terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar para penghuni. Salah satunya melalui pemenuhan kebutuhan makanan sebanyak empat kali dalam sehari.
Setelah bangun tidur, lansia mendapatkan makanan ringan berupa kue dan segelas susu. Sekitar dua jam kemudian diberikan makanan dengan porsi lebih besar, seperti bubur injin atau kolak, disertai air putih.
Pada sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 WITA, para lansia mendapatkan makan siang berupa nasi dan lauk-pauk yang terdiri atas sumber karbohidrat, protein hewani maupun nabati serta sayuran. Dua jam berikutnya diberikan buah potong, sementara makan malam kembali berupa makanan utama dengan nasi dan lauk hewani atau nabati.
Kendati pemenuhan kebutuhan makanan telah berjalan, masih terdapat sejumlah persoalan yang membutuhkan dukungan dan solusi. Di antaranya belum tersedianya peralatan dapur yang memadai untuk mempercepat proses pemotongan dan pengolahan bahan makanan, belum adanya variasi menu atau minuman khusus yang dapat membantu meningkatkan selera makan sekaligus mendukung daya tahan tubuh lansia, serta belum tersedianya pelayanan fisioterapi secara rutin untuk membantu mengatasi kelemahan fisik akibat perubahan fisiologis dan gangguan fungsi organ pada usia lanjut.
Berdasarkan pemetaan dan skala prioritas permasalahan tersebut, Tim Universitas Dhyana Pura memberikan sejumlah solusi melalui program PKM.
Salah satunya dengan menyerahkan mesin pemotong bahan makanan berkapasitas maksimal 10 kilogram, sekaligus memberikan pendampingan dan pelatihan kepada pengelola mengenai cara pengoperasian dan pemanfaatannya untuk mendukung efisiensi pengolahan bahan makanan di dapur Rumah Lansia Bahagia.
Tim juga memberikan pelatihan pembuatan minuman empon-empon sebagai salah satu upaya diversifikasi asupan bagi lansia. Selain itu, program dilengkapi dengan pelayanan kesehatan berupa fisioterapi serta latihan senam lansia yang dapat dilakukan secara rutin dalam aktivitas sehari-hari.
Dukungan berupa bahan makanan bergizi juga diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi para penghuni Rumah Lansia Bahagia.
Pimpinan Rumah Lansia Bahagia, I Kadek Sumerdana, menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan yang diberikan Tim Universitas Dhyana Pura sangat bermanfaat karena menjawab kebutuhan nyata yang selama ini dihadapi dalam memberikan pelayanan kepada para lansia.
Ia berharap program pengabdian serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga kebutuhan kesehatan dan kesejahteraan para lansia dapat semakin diperhatikan.
Program PKM yang melibatkan dosen dan mahasiswa Universitas Dhyana Pura tersebut menunjukkan bahwa pengabdian perguruan tinggi tidak hanya berhenti pada kegiatan akademik, tetapi juga hadir secara langsung memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Melalui kombinasi edukasi gizi, pemanfaatan empon-empon, peningkatan fasilitas pengolahan makanan, fisioterapi dan aktivitas fisik, program ini diharapkan dapat mendukung terciptanya pelayanan lansia yang lebih sehat, aktif dan berkualitas di Rumah Lansia Bahagia.
Atas dukungan tersebut, I Kadek Sumerdana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Dhyana Pura sebagai institusi yang memberikan dukungan pendanaan terhadap pelaksanaan kegiatan PKM tersebut.