Bina Kemandirian Desa, Tim PPK Ormawa BEM Untag Semarang Latih Kader PKK dan Posyandu Olah TOGA Menjadi Produk Herbal

Zulhamdani Napitupulu - Senin, 24 Agustus 2026 17:17 WIB
Bina Kemandirian Desa, Tim PPK Ormawa BEM Untag Semarang Latih Kader PKK dan Posyandu Olah TOGA Menjadi Produk Herbal

Jakarta,asatupro.com-Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang terus mendorong kemandirian masyarakat Desa Pasigitan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, melalui pemanfaatan potensi lokal. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan pengolahan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) menjadi produk herbal yang menyasar kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Posyandu.

Kegiatan pemberdayaan tersebut dilaksanakan secara partisipatif dengan memanfaatkan rumah warga di Dusun Krajan sebagai lokasi pelatihan. Pendekatan ini memungkinkan peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mempraktikkan secara langsung proses pengolahan bahan herbal menggunakan peralatan rumah tangga yang sederhana dan mudah diperoleh.

Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa BEM Untag Semarang, Musaddad Syarif, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan secara berkelanjutan di Desa Pasigitan. Program sebelumnya antara lain mencakup budidaya TOGA serta pembangunan fasilitas greenhouse TOGA sebagai sarana pengembangan dan pemanfaatan tanaman herbal di tingkat masyarakat.

"Pemilihan kader PKK dan Posyandu sebagai sasaran utama bukan tanpa alasan. Mereka merupakan garda terdepan dalam menggerakkan upaya peningkatan kesehatan keluarga di tingkat masyarakat. Kami ingin membekali para kader tidak hanya dengan kemampuan membudidayakan TOGA, tetapi juga mengolah hasil panennya sehingga memiliki nilai guna dan nilai ekonomi yang lebih tinggi,".

Dalam pelatihan tersebut, para kader didampingi tim mahasiswa untuk mengolah berbagai rimpang hasil budidaya, seperti jahe, kunyit, dan temulawak, menjadi serbuk herbal instan. Peserta diperkenalkan pada teknik kristalisasi sederhana yang dapat dilakukan dengan peralatan rumah tangga sehingga menghasilkan produk yang praktis untuk diseduh dan lebih mudah disimpan.

Tidak berhenti pada proses produksi, pelatihan juga memberikan pemahaman mengenai pengemasan produk. Peserta mendapatkan edukasi tentang kebersihan kemasan, proses sterilisasi botol, serta pembuatan label yang informatif dan menarik. Pengetahuan tersebut diberikan agar produk olahan TOGA memiliki tampilan yang lebih baik dan dapat dikembangkan sebagai produk yang memiliki potensi untuk dipasarkan dengan tetap memperhatikan ketentuan keamanan pangan yang berlaku.

Bagi kader Posyandu, keterampilan pengolahan TOGA juga dapat mendukung kegiatan edukasi mengenai pemanfaatan bahan herbal lokal dalam kehidupan sehari-hari. Sementara dari sisi ekonomi, kemampuan mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tambah membuka peluang kegiatan usaha produktif bagi masyarakat, khususnya kelompok perempuan desa.

Ketua PKK Dusun Krajan, Junarsih, mengapresiasi keberlanjutan program yang dilakukan oleh BEM Untag Semarang. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru kepada masyarakat mengenai potensi tanaman yang selama ini banyak ditemukan di lingkungan sekitar rumah.

"Pelatihan ini membuka wawasan warga kami. Ternyata tanaman yang ada di pekarangan dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Kami berharap pendampingan ini dapat terus berlanjut sehingga Desa Pasigitan mampu mengembangkan produk herbal berbasis TOGA yang menjadi salah satu unggulan desa,".

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, kader PKK dan Posyandu, serta masyarakat desa, pemanfaatan TOGA di Desa Pasigitan diharapkan dapat berkembang dari sekadar tanaman pekarangan menjadi bagian dari upaya peningkatan kesehatan keluarga sekaligus pengembangan ekonomi masyarakat.

Program tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun kemandirian desa berbasis potensi lokal. Dengan peningkatan keterampilan masyarakat, hasil budidaya TOGA tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk herbal yang bernilai tambah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Desa Pasigitan.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Kemdiktisaintek Hadir di Desa, Undhira dan STB Runata Dorong Hilirisasi Pangan Lokal di Bedulu Gianyar

Pendidikan

Sudaryono Ngamuk Nol Toleransi Keracunan MBG Jadi Kejadian Fatal Sanksi Berat SPPG

Pendidikan

Tokoh-Tokoh TOGA Pandiangan Hadiri Pesta Budaya Mengratahi Sulang Marga Solin di Tinada

Pendidikan

Dirres PPA dan PPO Polda Sumut Koordinasi dengan USU, Dorong Korban Dugaan Pelecehan Seksual Segera Melapor

Pendidikan

500 Masyarakat Tergabung PMPKKBSUSU Gelar Syukuran Penutupan Galian C di Bantaran Sungai Ular yang Digagas Satgas Elang Biru DPP GARPU Nasdem

Pendidikan

SD Negeri 037994 Juma Borno Raih Juara I, Lomba Bertutur Tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Dairi