Ini Dia Strategi Menjadi Kampus Favorit Menurut Prof Dr Saiful Anwar Matondang Ph.D

Zulhamdani Napitupulu - Minggu, 12 Januari 2025 14:25 WIB
Foto : Kepala LLDikti Wilayah l Sumut Prof Dr Saiful Anwar Matondang Ph.D
Medan,asatupro.com-Dalam upaya memastikan keberlanjutan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di tengah tantangan pendidikan tinggi saat ini, Prof. Saiful Anwar Matondang, Ph.D., mengusulkan pendekatan strategis dan taktik operasional yang komprehensif. Langkah ini dirancang untuk menjawab permasalahan utama dan meningkatkan kinerja institusi pendidikan tinggi secara holistik.

Kepala LLDikti Wilayah l Sumut, Prof. Saiful Anwar Matondang, mengatakan ia telah mengidentifikasi sejumlah tantangan yang menjadi fokus perhatian seperti, penurunan jumlah mahasiswa baru, menurunnya publikasi ilmiah dosen, rendahnya hibah Litabmas, minimnya keterlibatan dosen dalam kegiatan sosial, partisipasi mahasiswa dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang kurang dari 50%.

"Aktivitas dosen di luar kampus yang hanya mencapai kurang dari 30% serta keterlibatan fakultas dalam mendukung pemerintah dan UMKM yang masih terbatas. Untuk menjawab tantangan tersebut, strategi yang dilakukan adalah mengidentifikasi masalah, evaluasi kinerja, rancangan kerja berbasis outcomes," kata Prof Saiful Matondang, Minggu (12/1/2025).

Prof Saiful memaparkan identifikasi masalah berupa menyusun peta masalah yang dihadapi institusi dan mencari solusi berbasis data dan analisis mendalam. Kemudian, evaluasi kinerja dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program studi, dekan, dan lembaga/unit riset, inovasi, serta penjamin mutu.

"Sedangkan rancangan kerja berbasis outcomes, yakni membuat rencana kerja universitas yang berorientasi pada dampak eksternal, terutama terhadap pemerintah pusat, daerah, UMKM, dan komunitas desa. Implementasi ini akan menjadi tanggung jawab wajib para dekan, kepala program studi, dan dosen," ujarnya.

Maka dari itu, lanjut Prof Saiful, untuk mendukung keberhasilan strategi ini, beberapa taktik telah diidentifikasi yakni pertama kolaborasi hilirisasi riset dengan menggandeng mitra pihak ketiga untuk mempromosikan hasil riset dan inovasi para dosen ke masyarakat luas.

Kedua, Penguatan kepercayaan mealui media. Kampus harus melibatkan perusahaan media dalam membangun kepercayaan terhadap fakultas dan program studi.

Ketiga, Analisis dari Guru Besar dan Doktor, di mana mewajibkan para Guru Besar dan Doktor memberikan analisis terhadap isu sosial, ekonomi, politik, dan teknologi melalui media mainstream, podcast, dan media sosial.

Keempat kegiatan seni dan olahraga. Dengan menggelar acara seni dan olahraga setiap bulan November hingga Februari untuk menarik calon mahasiswa baru ke kampus.

"Keberlanjutan PTS tidak hanya bergantung pada kinerja internal, tetapi juga sejauh mana dampak positif yang mampu diberikan kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk berinovasi dan berkolaborasi demi mewujudkan pendidikan yang relevan dan berdaya saing," ungkapnya.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan PTS mampu menjawab tantangan masa kini dan tetap menjadi pusat pendidikan unggulan di tengah perubahan zaman.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

LLDikti Wilayah I Raih Penghargaan Implementasi Full CMS Terbaik dari Kemenkeu RI

Pendidikan

Diduga Titip Anak Masuk SMA Negeri, Nama Ketua Relawan dan Lingkaran Kekuasaan Terseret

Pendidikan

Resmikan Kantor, Firsal Ferial Mutyara Resmi Jadi Konsul Belanda untuk Sumut

Pendidikan

Hardiknas 2026, Bupati Dairi Tegaskan Pendidikan adalah Tanggung Jawab Bersama

Pendidikan

Dua Prajurit Yon TP 907/DS, Membangun SDM dan Akhlak Anak-Anak Desa Melalui Pendidikan Agama

Pendidikan

Prof. Saiful Anwar Matondang Hadiri Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI: Pentingnya Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah