Medan,asatupro.com-Percobaan pembegalan yang dialami salah seorang pengurus Pimpinan Wilayah Pemuda MuhammadiyahSumatera Utara di depan kawasan Perumahan Cemara Hijau, pada Selasa malam, 23 September 2025, menjadi teguran keras bagi masyarakat atas maraknya tindak kejahatan di Sumatera Utara.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa kondisi keamanan di daerah masih membutuhkan perhatian serius, baik dari aparat penegak hukum maupun seluruh lapisan masyarakat.
Pemuda Muhammadiyah menilai kejadian tersebut tidak hanya mengancam keselamatan individu, tetapi juga menimbulkan keresahan sosial di tengah upaya membangun lingkungan yang aman dan harmonis.
"Kejadian ini harus menjadi momentum bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Aparat penegak hukum juga diharapkan segera mengambil langkah cepat untuk menangkap para pelaku serta memperketat patroli di kawasan rawan kejahatan," ujar salah satu pengurus PW Pemuda MuhammadiyahSumatera Utara.
Pemuda Muhammadiyah Sumut menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan mendorong terbentuknya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan organisasi kepemudaan dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Dengan adanya peristiwa ini, Pemuda Muhammadiyah menyerukan kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap keamanan sekitar serta aktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan. Kesadaran kolektif diharapkan mampu menjadi benteng pertama dalam mencegah tindak kriminalitas.