Padangsidimpuan, asatupro.com– Hujan deras yang mengguyur Kota Padangsidimpuan selama beberapa hari terakhir hingga Rabu (26/11/2025) menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah titik wilayah kota. Hingga sore ini, intensitas hujan masih tinggi, sementara petugas gabungan terus melakukan evakuasi terhadap warga terdampak.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Padangsidimpuan, Nur Cahyo Budi Sosetyo, menyampaikan bahwa satu warga dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut.
"Korban jiwa satu orang meninggal dunia atas nama Wira, umur 23 tahun, alamat Jalan Alboin Hutabarat, Gang Dame 5, Kelurahan Wek VI, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan," ujarnya kepada Asatupro.com, Rabu sore.
Cahyo menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan korban luka-luka, dan tidak ada warga yang masih dalam pencarian.
240 KK Diungsikan ke Lokasi Aman
Banjir yang melanda sejumlah pemukiman memaksa ratusan warga mengungsi. Menurut Diskominfo, sedikitnya 240 kepala keluarga telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
"Sebanyak 240 KK telah diungsikan. Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan BPBD, TNI-Polri, dan relawan," terang Cahyo.
Terkait status bencana, Pemerintah Kota Padangsidimpuan masih menunggu hasil rapat bersama instansi terkait.
"Untuk status bencana masih menunggu hasil rapat," tambahnya.
BPBD: Fokus Evakuasi dan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Warga
Plt. Kalaksa BPBD Padangsidimpuan, Dedi, saat dikonfirmasi Asatupro.com mengatakan bahwa pihaknya masih fokus pada penyelamatan warga rentan dan penanganan pengungsi.
"Kami masih fokus di penyelamatan dan evakuasi korban yang rentan, serta penanganan pengungsi. Selanjutnya kami update kembali statusnya," ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh kebutuhan dasar warga sedang dipenuhi.
"Termasuk evakuasi, dapur umum, dan layanan kesehatan," kata Dedi menambahkan.
Imbauan Resmi Kepada Masyarakat Pemerintah Kota Padangsidimpuan melalui Dinas Kominfo telah menyampaikan imbauan resmi kepada masyarakat melalui: portal website Pemko,media sosial resmi,radio dan media elektronik lokal.
Imbauan tersebut menekankan agar masyarakat: tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, menghindari daerah aliran sungai (DAS),segera melapor bila terdapat kondisi darurat,dan serta mengikuti seluruh arahan petugas di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan masih berlangsung. Petugas gabungan tetap siaga di beberapa titik banjir dan lokasi pengungsian untuk memastikan tidak ada warga yang terabaikan.
Pemerintah Kota mengimbau masyarakat agar menghubungi layanan Call Center 112 dan Petugas PUSDALOPS - PB 0813 - 9241 - 5449 jika melihat tanda bahaya, sungai meluap, retakan tanah, dan pergeseran tanah. (MN)