Deli Serdang,asatupro.com-Polres Deli Serdang mengungkap penyebab pecahnya sebagian kaca jendela kamar di rumah dinas Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo. Kerusakan tersebut bukan disebabkan tembakan senjata api, melainkan batu kerikil yang terpental dari mesin pemotong rumput.
Kasi Humas Polres Deli Serdang, Iptu J.M. Gabe Napitupulu, mengatakan berdasarkan Berita Acara Hasil Pemeriksaan Teknis Kriminalistik Tempat Kejadian Perkara (TKP) Nomor Lab: 4611/FBF/2026 tertanggal 8 Juli 2026, tim Labfor menyimpulkan lubang pada kaca berasal dari arah luar menuju ke dalam.
"Lubang masuk dari arah luar menuju ke dalam. Lubang pada kaca tidak disebabkan oleh anak peluru berjaket maupun tidak berjaket yang ditembakkan dari senjata api," kata Gabe saat menjelaskan hasil pemeriksaan Labfor, Selasa (21/7/2026).
Keterangan tersebut diperkuat oleh hasil pemeriksaan terhadap dua saksi, yakni Indawati alias Wati selaku asisten rumah tangga dan Erwin yang bertugas membersihkan taman rumah dinas Wakil Bupati Deli Serdang.
Keduanya menerangkan, retaknya kaca diduga terjadi akibat hantaman batu kerikil yang terpental dari mesin pemotong rumput saat Erwin membersihkan halaman rumah dinas tersebut.
"Retaknya kaca jendela kamar rumah dinas Wakil Bupati Kabupaten Deli Serdang diduga akibat hantaman batu kerikil yang terpental dari mesin pemotong rumput saat saksi Erwin membersihkan taman rumah dinas Wakil Bupati Kabupaten Deli Serdang," ujarnya.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah melakukan olah TKP bersama Tim Labfor dan Inafis Polda Sumatera Utara, membuat laporan polisi model B, serta memeriksa 10 orang saksi.
Adapun saksi yang telah dimintai keterangan, yakni pelapor Lom Lom Suwondo, Muhammad Rizki Amali, Erwin, Surahmat, Indawati alias Wati, Rio Zulfan, Rajo Ihsyanuddin, Brema Purnama Perangin-angin, Erick Sanjaya Sihombing, dan Gusnanto Tanjung.
Sebelumnya diberitakan, kamar Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo di Rumah Dinas diduga ditembak oleh orang tidak dikenal (OTK) di Kompleks perkantoran di Kecamatan Lubukpakam. Lom Lom pun membuat laporan ke polisi terkait peristiwa itu.
Politikus Gerindra ini mengatakan awalnya dia mengetahui jendelanya pecah pada Minggu (14/6/2026) dini hari. Saat itu, Lom Lom baru pulang dari kegiatan di Kecamatan STM Hulu.
"Saya dapati kaca jendela saya pecah dari dalam kamar itu jam 00.30 WIB setelah saya pulang dari kegiatan di STM Minggu (dini hari)," kata Lom Lom Suwondo saat dihubungi, Selasa (16/6/2026).
Pada pagi harinya, Lom Lom melihat sisi luar jendela pecah dengan kondisi bulat. Lom Lom kemudian membuat laporan karena merasa bentuk intimidasi dan kekerasan.
"Besok pagi hari saya lihat ternyata dari sisi luar itu bulat masuk, sehingga saya putuskan buat laporan ke polisi karena ini terkait dengan intimidasi dan kekerasan," ucapnya.
Lom Lom menduga jika tembakan tersebut bukan peluru nyasar. Sebab ketinggian pagar rumah dinasnya mencapai 2,5 meter.
"Antara pagar rumah dinas saya kan tinggi 2,5 meter, jadi itu tak mungkin peluru nyasar, itu memang diperkirakan ditembak dari jarak kurang lebih 20 meter," ujarnya.