Deli Serdang,asatupro.com-Polresta Deli Serdang memfasilitasi mediasi antara Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani Nena Wea (K-SPSI AGN) dan pengelola Bandara International Kualanamu di Aula Tribrata Sat Lantas Polresta Deli Serdang, Senin (31/8/2026). Langkah antisipatif ini diambil guna mencegah gangguan lalu lintas dan kelancaran arus logistik di kawasan vital tersebut.
Mediasi ini berawal dari kedatangan perwakilan K-SPSI AGN ke Bandara Kualanamu untuk mempertanyakan lokasi yang diizinkan dalam rencana pelaksanaan aksi unjuk rasa.
Pembatasan aksi di area bandara internasional sendiri menjadi perhatian mendasar untuk menyeimbangkan antara keamanan operasional penerbangan dan perlindungan hak kebebasan berpendapat masyarakat.
Kegiatan mediasi dipimpin oleh Kabag Ops Polresta Deli Serdang Kompol Mhd. Amdi Karna, S.H., M.H., bersama Kasat Intelkam Kompol Polin Benhod Damanik, S.H. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua/Penanggung Jawab Aksi K-SPSI AGN TM. Yusuf, Ketua Dewan Peduli Negeri (DPN) Acil Aritonang, Sekjen Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) Reza Nasution, serta perwakilan dari PT Angkasa Pura Aviasi dan Bea Cukai Bandara Kualanamu.
Dari hasil pertemuan, kedua belah pihak sepakat menjalin komunikasi berkesinambungan secara kondusif. Meski demikian, pihak serikat pekerja tetap menyampaikan sejumlah saran dan kritikan, salah satunya terkait tingginya tarif parkir di kawasan bandara.
Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa mediasi ini merupakan bentuk respons cepat kepolisian dalam menjaga ketertiban umum.
"Mediasi ini kami lakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kelancaran lalu lintas serta jalur ekonomi dan angkutan logistik di lingkungan bandara. Oleh karena itu, kami mengambil inisiatif mempertemukan kedua belah pihak," ujar Kombes Pol Hendria.
Di tempat terpisah, Ketua K-SPSI AGN menyampaikan apresiasinya atas langkah cepat dan responsif yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolresta Deli Serdang yang telah mengundang kami, sehingga terjalin dialog dan komunikasi yang baik antara K-SPSI dengan pihak pengelola bandara," ungkapnya.
Dengan tercapainya kesepakatan ini, situasi di kawasan Bandara Internasional Kualanamu dipastikan tetap aman, tertib, dan beroperasi secara normal.