Padang, asatupro.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (
BPDP) dan Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (
PASPI) sukses menggelar kegiatan bedah buku bertajuk "
Mitos vs Fakta Sawit" Edisi Keempat" di Convention Hall
Universitas Andalas (UNAND) Padang, Senin (15/9/2025).
Kegiatan diskusi ini, seperti keterangan resmi yang diterima Mediaperkebunan.id, Rabu (17/9/2025), bukan yang pertama kali digelar BPDP dan PASPI di UNAND.
Sebelumnya pada 2017, kegiatan seminar bedah buku "Mitos Fakta Sawit Edisi Ketiga" juga digelar di UNAND dan melahirkan sejumlah buah pemikiran dan masukan berbasis riset ilmiah yang kemudian dituangkan dalam proses updating buku edisi keempat.
Kegiatan itu melibatkan Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (HIMASEKTA) UNAND dan menghadirkan dua dosen yakni Hasnah SP Dip AgEc MEc PhD selaku Ketua Departemen SEKTA Prof Dr Ir Indra Dwipa MS selaku Dekan Fakultas Pertanian (Faperta).
Kegiatan ini juga dihadiri oleh tiga dosen UNAND dari program studi yang berbeda sebagai pembedah buku, yaitu Prof Dr Ir Melinda Noer MSc (Dosen Departemen Sosial Ekonomi Pertanian).
Kemudian, Prof Dr Ir Herviyanti MS (Dosen Prodi Ilmu Tanah), dan Dr Fadjar Goembira ST (Dosen Prodi Teknik Lingkungan). Kegiatan diskusi ini dimoderatori oleh Yuerlita SSi MSi PhD (Dosen Departemen Sosial Ekonomi Pertanian).
Para pelaku usaha sawit yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) cabang Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) turut menghadiri kegiatan ini.
Buku "Mitos Vs Fakta: Industri Minyak Sawit Indonesia dalam Isu Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Global" merupakan buah karya PASPI dari hasil observasi dan analisis isu-isu sawit berbasis data dan studi empiris.
Buku ini merangkum isu dan mitos sawit yang sering didiskusikan oleh masyarakat baik di Indonesia maupun level global. Isu sawit yang dibahas di buku ini meliputi isu sosial, ekonomi, gizi/kesehatan hingga lingkungan.
Dengan kompleksitas isi yang demikian, buku ini telah menjadi "pegangan" para pelaku sawit (petani dan korporasi), pemerintah, dan duta besar Indonesia di luar negeri untuk meng-counter kampanye hitam yang menyudutkan minyak dan mempromosikan nilai positif sawit.
Sumber
: <a href="Rilis" target="_blank"></a>