Medan, asatupro.com - Banjir bandang yang meluluhlantakkan tiga provinsi di kawasan Sumatera bagian utara, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), telah memicu sentimen publik kepada sejumlah penyebab bencana alam tersebut.
Sentimen publik itu merujuk pada tudingan yang menyebutkan bencana alam di Sumatera, salah satunya, disebabkan oleh kehadiran perkebunan kelapa sawit yang jumlahnya mencapai ribuan hektar di tiga provinsi di kawasan Sumbagut tersebut.
Terjadinya koreksi atas saham emiten perkebunan itu dibenarkan oleh Muhammad Pintor Nasution selaku Kepala PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumut kepada para wartawan di Andaliman Roha Cafe, Jalan Abdullah Lubis, Medan, Kamis (5/12/2025) sore.
"Iya, memang beberapa waktu terakhir ini emiten berbasis agro (pertanian dan perkebunan - red) terkoreksi pascamencuatnya informasi banjir bandang," kata
Pintor Nasution.
Sumber
: <a href="Liputan" target="_blank"></a>