Jakarta, asatupro.com - Industri sawit adalah industri besar—besar potensi, sekaligus besar tantangannya. Tantangan itu bahkan terus membesar dan meluas. Perkebunan kelapa sawit pun tak luput dituduh sebagai biang bencana sumatera selain badai siklon tropis dan pembalakan liar.
Namun, dengan segala stigma dan kontroversinya, sawit tidak boleh dibiarkan melemah—apalagi "dihukum mati". Kehidupan dan perekonomian jutaan rakyat: petani, buruh, serta kontribusi besar bagi negara, sangat bergantung pada sawit..Pilihan paling waras dan rasional adalah menata dan memperbaiki. Dalam kerangka itulah Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) sebagai organisasi pengusaha sawit terus mendorong dan mempromosikan berbagai upaya perbaikan berkelanjutan.
Salah satu yang paling mendasar adalah peningkatan kualitas keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan pekerja..Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan hak dasar pekerja sekaligus prasyarat menuju kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
Karena itu, K3 tidak boleh sekadar menjadi kewajiban administratif, tetapi harus tumbuh sebagai budaya kerja dan menjadi bagian tak terpisahkan dari proses bisnis.
Penelitian Koalisi Buruh Sawit (KBS) menunjukkan masih adanya sejumlah pekerjaan rumah dalam penerapan K3 di sektor sawit.
Salah satu yang paling mendesak adalah kepatuhan terhadap penggunaan bahan kimia secara bertanggung jawab—bukan hanya oleh perusahaan, tetapi juga oleh petani dan buruh tani.
Sumber
: <a href="Rilis" target="_blank"></a>