Pekanbaru, asatupro com - Efek dari melonjaknya harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dalam setengah bulan terakhir, baik di pasar global maupun domestik, benar-benar memberikan pengaruh yang cukup kuat.
Terutama pada penetapan harga pembelian tandan buah segar (TBS) di tingkat petani sawit, baik mitra plasma maupun mitra swadaya, yang dilakukan oleh pihak Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau.
Bahkan, dari pengamatan asatupro com dalam beberapa waktu terakhir, terkesan ada balapan antara harga TBS mitra plasma dan mitra swadaya Riau sejak pekan lalu hingga sepekan ke depan.
Pada pekan lalu atau periode 30 Oktober - 5 November 2024, misalnya, muncul kejutan dari keputusan Disbun Riau karena menetapkan harga mitra swadaya lebih tinggi ketimbang mitra plasma. Ini sungguh jarang terjadi!
Nah, pada periode 6-12 November 2024, mitra plasma memimpin di balapan harga TBS yang ditetapkan oleh Disbun Riau mengalahkan mitra swadaya, terutama pada pohon sawit usia tanam 9 tahun.
Enggak tanggung-tanggung, harga TBS mitra plasma Riau untuk sepekan ke depan ditetapkan sudah melewati level Rp 3.500 per kilogram (Kg), sementara mitra swadaya di level Rp 3.470-an per Kg.
Editor
: Hendrik Hutabarat
Sumber
: <a href="Liputan" target="_blank"></a>