Medan, asatupro.com - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (
BMKG) mengungkapkan secara tuntas penyebab bencana alam hidrometeorologi atau banjir bandang yang menimpa tiga provinsi di bagian utara pulau Sumatera, yaitu Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat (Sumbar), pada akhir November 2025 yang lalu
"Perubahan iklim menjadi pemicu meningkatnya frekuensi bencana alam dalam beberapa tahun terkahir," kata Dr. Ardhasena Sopaheluwakan selaku Deputi Bidang Klimatologi BMKG di Ruang IMT-GT Gedung Rektorat Universitas Sumatera Utara (USU), Selasa (10/2/2026).
Dia mengatakan hal tersebut saat membuka diskusi ilmiah bertema "Dialektika Sawit Indonesia: Perubahan Iklim Global sebagai Pemicu Bencana di Sumatera".
Selain Ardhasena Sopaheluwakan, diskusi ilmiah itu menghadirkan tiga pembicara yaitu dua guru besar dari Fakultas Pertanian (Gaperta) USU, yakni Prof Dr Abdul Rauf dan Prof Dr Diana Chalil.
Ikut hadir sebagai peserta dalam diskusi tersebut antara lain perwakilan pemerintah, petani sawit, dan perwakilan asosiasi industri sawit.
Antara lain Ketua Umum Rumah Sawit Indonesia (RSI) Kacuk Sumarto, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumut, Timbas Prasad Ginting, dan mantan Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sumut, Irvan Mutyara
Kata Ardhasena Sopaheluwakan, termasuk di dalamnya adalah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada penghujung November 2025 di Pulau Sumatera.
Sumber
: <a href="Liputan" target="_blank"></a>