Jakarta, asatupro.com - Kantong para petani kelapa sawit di seluruh Indonesia tampaknya bakal semakin tebal seiring dengan terus meroketnya harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar global dan domestik beberapa hari terakhir.
Bahkan, berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun oleh asatupro.com, harga CPO hasil tender yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) kembali menghasilkan kenaikan yang fantastis.
Jika pada tender periode Kamis (7/11/2024), naik Rp 100 per kilogram (Kg) l, maka pada tender periode Jumat (8/11/2024), naik sebanyak Rp 114 dan membuat harga CPO semakin kuat bertengger di level Rp 15.540-an per Kg.
Hal itu terlihat dari hasil tender untuk Pelabuhan Dumai di Provinsi Riau. Sementara untuk pelabuhan lainnya justru tidak terlihat dalam tender kali ini seperti Talang Duku di Jambi dan Teluk Bayur di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Kecuali yang terlihat turut diperdagangkan adalah stok CPO lainnya milik Holding PTPN yang ada di Kwala Sawit, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Nah, kenapa disebut kantong Petani semakin tebal? Karena sudah sangat lazim kalau harga CPO naik maka harga pembelian tandan buah segar (TBS) produksi petani bakal terdongkrak naik juga. Woww!!!
Editor
: Hendrik Hutabarat
Sumber
: <a href="Liputan" target="_blank"></a>