Jakarta, asatupro.com - Ini mungkin warning atau menjadi penanda yang sangat keras bagi seluruh pemangku kepentingan industri kelapa sawit nasional, termasuk bagi kalangan petani sendiri.
Warning yang dimaksud asatupro.com adalah berupa hasil tender harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN).
Kabar teranyar yang datang dari anak usaha Holding PTPN tersebut memastikan kalau harga CPO mengalami anjlok yang luar biasa, sekaligus berakhir dengan withdraw (WD) pada tender periode Rabu (13/11/2024).
Bayangkan, bila dihitung dari selisih harga WD, maka harga CPO dari roses tender kali ini telah mengalami kemerosotan sebesar Rp 371 untuk Pelabuhan Dumai di Provinsi Riau dan Pelabuhan Talang Duku di Provinsi Jambi.
Sementara Pelabuhan Belawan di kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), seperti biasa, kembali ghosting alias tidak terlihat pada tender Rabu sore ini, kecuali untuk tender harga minyak inti sawit mentah atau crude palm kernel oil (CPKO).
Secara keseluruhan, tender di banyak pelabuhan berakhir WD, tidak hanya berlaku pada CPO, melainkan juga CPKO di Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Panjang, Provinsi Lampung.
Kalau hasil tender harga CPO ambrol sebegitu besarnya, maka bisa diprediksi ini akan berimbas pada harga pembelian tandan buah segar (TBS) produksi petani kelapa sawit.
Saat ini di banyak daerah sentra sawit nasional, khususnya di pulau Sumatera, harga TBS di tingkat petani sawit sudah berada di level Rp 2.900 sampai Rp 3.200 per kilogram (Kg).
Editor
: Hendrik Hutabarat
Sumber
: <a href="Liputan" target="_blank"></a>