Medan, asatupro.com - Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan kembali menorehkan prestasi mumpuni yang kelak berguna bagi industri perkebunan dan pengolahan kelapa sawit nasional.
Prestasi tersebut dimunculkan melalui Abud Jabidi (NIM 220203001), mahasiswa Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) ITSI Medan, yang berhasil menciptakan inovasi teknologi pencegah kebocoran minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
"Dasar inovasi ini adalah didasari fakta bahwa sektor logistik dan distribusi CPO nasional kerap dihadapkan pada tantangan klasik," kata Abud Jabidi kepada wartawan di Medan, Sabtu (25/7/2026).
"Tantangan klasik yang saya maksud adalah ancaman penyusutan muatan akibat kebocoran, praktik pencurian atau istilahnya kencing CPO hingga keterlambatan pengiriman akibat pelaporan manual," kata dia menjelaskan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, dia bilang, inovasi berbasis teknologi mutakhir sangat diperlukan untuk mengatasi semua problem tersebut.
Didukung oleh Rektor ITSI Medan, Dr. Purjianto SE MM dan segenap civitas akademika , dirinya berhasil mengembangkan sistem dashboard distribusi mobil tangki (SD2MT) CPO.
"SD2MT CPO ini berbasis Internet of Things (IoT) yang menggunakan flow sensor, level sensor, dan sistem posisi global atau global positioning system (GPS)," urai Abud Jabidi.
Solusi Digital Selama ini, kata Abud Jabidi, proses pengawasan distribusi CPO masih bergantung pada pelaporan manual dan hal itu dinilai kurang efisien dan rentan terhadap human error.
Hal ini berdampak langsung pada efisiensi rantai pasok (supply chain) serta berpotensi menurunkan daya saing industri minyak kelapa sawit Indonesia di tingkat global.
Melalui alat dan sistem dashboard itu,
Abud Jabidi bilang pengawasan angkutan CPO kini dapat dilakukan secara real-time dan transparan.
Sumber
: <a href="Liputan" target="_blank"></a>