Medan, asatupro.com - Untuk kesekian kali keberadaan perkebunan kelapa sawit mampu menguatkan nilai tukar petani (
NTP) petani secara umum di Provinsi
Sumatera Utara (Sumut) pada periode Juli 2026.
Statistisi Ahli Utama Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Misfaruddin, dalam paparan resminya, kemarin, mengatakan NTP Sumut pada Juli 2026 kembali menguat, naik sebanyak 0,52 persen menjadi 156,95.
"Tren positif ini didorong meningkatnya harga sejumlah komoditas unggulan pertanian dan perkebunan, terutama minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, harga getah karet, dan gabah," kata Misfaruddin.
Kata Misfaruddin, kenaikan NTP terutama ditopang membaiknya kinerja subsektor tanaman pangan yang meningkat 0,81 persen serta tanaman perkebunan rakyat yang naik 1,02 persen.
"Sebaliknya, tiga subsektor lainnya mengalami penurunan, yakni perikanan turun 0,43 persen, peternakan 1,06 persen, dan hortikultura 3,73 persen," tambah Misfaruddin.
Misfaruddin menjelaskan,
NTP merupakan indikator yang menggambarkan daya beli petani di perdesaan melalui perbandingan antara indeks harga yang diterima petani (It) dengan indeks harga yang dibayar petani (Ib).
Sumber
: <a href="Liputan" target="_blank"></a>