Pematang Raya, asatupro.com -
PTPN IV Regional 2 menjalankan strategi yang terbilang ampuh dalam mengatasi maling tandan buah segar (TBS) serta peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di sekitar wilayah operasional.
Menurut Region Head PTPN IV Regional 2, Budi Susanto, kepada sejumlah media di Medan, Selasa (13/10/2026), strategi yang mereka lakukan adalah dengan. terus memperkuat sistem pengamanan wilayah perkebunan yang dilakukan secara terorganisasi.
Melalui penguatan patroli, Budi Susanto bilang, pemetaan wilayah rawan dan peningkatan koordinasi, Perusahaan berkomitmen untuk melindungi aset negara sekaligus menjaga keselamatan pekerja.
Kata dia, tantangan dalam dunia perkebunan saat ini tidak lagi terbatas pada pencurian hasil panen.
Dalam sejumlah kejadian, pekerja bahkan menghadapi kelompok yang beraksi secara brutal dan menggunakan senjata.
"Ada persoalan yang lebih luas ketika pencurian dilakukan secara berkelompok dan disertai tindakan kekerasan terhadap petugas, apalagi dengan senjata tajam dan panah," ujarnya.
Karena itu pihaknya terus memperkuat sistem pengamanan sekaligus memastikan setiap penanganan di lapangan dilakukan secara terukur dan sesuai ketentuan.
Dalam penguatan sistem keamanan kebun, kata Budi, PTPN IV Regional 2 melaksanakan sejumlah hal seperti peningkatan patroli pada titik-titik rawan, pengawasan akses keluar-masuk kebun, maupun pemetaan pola gangguan keamanan.
Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dengan tujuan agar penanganan dugaan tindak pidana pencurian dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dirinya lalu mencontohkan satu di antara keberhasilan
PTPN IV Regional 2 dalam menangani tindak pencurian terjadi di Kebun Kwala Sawit, Kabupaten Langkat, pada 25 Juni 2026 lalu.
Editor
: Hendrik Hutabarat
Sumber
: <a href="Rilis" target="_blank"></a>