Jakarta, asatupro.com - Sama seperti kabar akhir pekan yang lalu, kali ini hasil tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) periode Senin (14/10/2024) masih berkutat pada status withdraw (WD) atau ketidaksepakatan atas harga yang ditawarkan.
Tentu saja yang dimaksud di sini adalah tender harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang diketahui sering memberikan dampak signifikan terhadap harga pembelian tandan buah segar (TBS) produksi petani sawit.
Berdasarkan sejumlah informasi yang berhasil dikumpulkan asatupro.com terungkap bahwa berdasarkan selisih yang dihitung, ternyata hasil tender Senin sore ini mengalami penurunan sebanyak Rp 127 per kilogram (Kg).
Penurunan ini terjadi di Pelabuhan Dumai di Provinsi Riau, Pelabuhan Teluk Bayur di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Pelabuhan Talang Duku di Provinsi Jambi.
Serta stok CPO di unit perkebunan Holding PTPN di Sei Tapung, Provinsi Riau, Kwala Sawit di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), dan di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Yang tidak tampak dalam tender kali ini adalah Pelabuhan Belawan di Kota Medan, Provinsi Sumut, sama seperti tender PT KPBN pada akhir pekan yang lalu
Tentu saja perhitungan tersebut dengan membandingkan harga CPO yang berstatus WD pada tender akhir pekan lalu dengan hasil tender saat ini.
Perlu diketahui kalau di Pelabuhan Dumai, Pelabuhan Teluk Bayur, dan Pelabuhan Talang Duku berakhir dengan penutupan atau terciptanya kesepakatan terhadap harga CPO yang ditawarkan.
Nah, kalau dibuat perbandingan antara harga kesepakatan kali ini dengan harga penawaran tertinggi pada akhir pekan lalu, justru terlihat harga CPO mengalami peningkatan yang signifikan juga.
Misalnya untuk Pelabuhan Dumai akan terlihat kalau harga CPO naik sebesar Rp 128 per Kg, di Sei Tapung naik Rp 50 per Kg, dan seterusnya.
Editor
: Hendrik Hutabarat
Sumber
: <a href="Liputan" target="_blank"></a>