Pekanbaru, asatupro.com - Tidak hanya petani sawit mitra swadaya yang menikmati mewahnya harga pembelian tandan buah segar (TBS) untuk sepekan ke depan atau mulai 16-22 Oktober 2024.
Berdasarkan hasil rapat penetapan harga komoditas perkebunan yang dilakukan oleh Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, para petani sawit mitra plasma pun menikmati hal yang sama.
Namun menariknya, berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan asatupro.com, Kamis (17/10/2024) pagi, meskipun terasa tetap mewah, sesungguhnya harga TBS mitra plasma Riau untuk sepekan ke depan justru mengalami penurunan.
Kalau dihitung-hitung, jumlah penurunan tersebut tipis berdasarkan penetapan Disbun Riau tersebut, cuma turun sekitar Rp 3,76 per kilogram (Kg) untuk TBS dari usia tanam 9 tahun.
Akan tetapi, penurunan tipis itu ternyata masih tetap mampu membuat harga TBS mitra plasma kokoh di level Rp 3.350-an per Kg untuk usia tanam 9 tahun.
Bahkan ini sedikit lebih tinggi bila dibandingkan dengan harga TBS produksi petani sawit mitra swadaya yang ditetapkan sebesar Rp 3.348,15 di usia tanam yang sama.
Sementara itu, bila ditelisik dari perangkat penyusunan harga TBS, diketahui bahwa besaran persentase Indeks K ditetapkan sebesar 92,28persen, biaya operasional tidak langsung (BOTL) 1,35 persen.
Kemudian, Disbun Riau menetapkan harga rata-rata hasil penjualan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) produksi petani mitra sawit plasma sepanjang pekan lalu sebesar Rp 13.948,50.
Editor
: Hendrik Hutabarat
Sumber
: <a href="Liputan" target="_blank"></a>