Banda Aceh, asatupro.com - Pemerintah pusat bakal melakukan monitoring dan evaluasi terhadap berbagai dampak positif dari berbagai pelatihan yang dilakukan sebagai bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit (PKS).
Hal itu diungkapkan oleh Mula Putra dari Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan) dalam acara "Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit" yang digelar selama 5 hari, mulai 4-8 Agustus 2025 di Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh.
Kegiatan yang digelar oleh IPB Training itu didukung sepenuhnya oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Ditjenbun, serta diikuti oleh 86 petani sawit dari dua kabupaten di Provinsi Aceh, yaitu Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Timur.
"Setelah pelatihan, pemerintah berencana melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap dampak pelatihan (kepada peningkatan SDM petani sawit di lapangan - red)," kata Mula Putra seperti keterangan resmi yang diterima Asatupro.com, Minggu (10/8/2025).
Karena itu, Mulai Putra berharap 86 petani sawit yang menjadi peserta pelatihan yang digelar oleh IPB Training tersebut mampu menjadi motor penggerak peningkatan produktivitas, tidak hanya untuk petani sawit itu sendiri, tetapi juga bagi komunitas tani di sekitarnya.
Sumber
: <a href="Rilis" target="_blank"></a>