Dairi,asatupro.com-Bupati Dairi Vickner Sinaga yang diwakili oleh Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala membuka rapat koordinasi teknis program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP), Senin (30/3/2026) di Aula Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan. Rapat ini sebagai lanjutan bagian dari persiapan penyusunan dokumen Human Capital Development Plan (HCDP).
Dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Wakil Bupati Dairi, Bupati Dairi menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pertanian atas terpilihnya Dairi sebagai penerima manfaat dari 13 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara.
Diharapkan, program ini berjalan dengan sasaran yang efektif dan tepat sehingga kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat tercapai melalui kegiatan yang dirancang secara terencana dan berkelanjutan."Saya tegaskan bahwa Pemkab Dairi berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan HDDAP, baik dari sisi kebijakan, koordinasi, maupun pendampingan di lapangan, agar program ini memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Bupati dalam Segala tertulisnya.
Ia tekankan, peran Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan sebagai sektor terdepan agar benar-benar melibatkan semua pihak yang terlibat dalam program HDDAP, atau yang dimaksud Program Proyek Pengembangan Hortikultura di Daerah Lahan Kering.
Bappeda berperan dalam perencanaan yang mendukung sektor holtikultura, Dinas Perindagkop dan UKM berperan dalam hilirisasi hasil pertanian, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) berperan dalam mengakomodir kebutuhan infrastruktur pendukung kegiatan budidaya holtikultura.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kesti Angkat menyampaikan luas lahan yang direncanakan untuk pengembangan yakni 606 hektar. Yang sudah terealisasi yakni seluas 160,1 hektar yang berada di 5 kecamatan, yakni Kecamatan Sidikalang, Sitinjo, Parbuluan, Sumbul, dan Pegagan Hilir.
"Untuk komoditi yakni bawang merah, cabai, wortel, kubis. Kami diperkirakan ke depan target lahan yang belum terpenuhi bisa terealisasi sesuai dengan target yang sudah ditetapkan," ujarnya.