Medan,asatupro.com-Sebelum dikenal dengan seragam cokelat dan pangkat Komisaris Polisi, nama Jan Piter Napitupulu lebih dahulu ditempa di atas matras karate, Sabtu, 28 September 2026.
Dari Siborongborong, Tapanuli Utara, perjalanan itu membawanya ke arena PON, SEA Games hingga kejuaraan internasional. Kini, puluhan tahun setelah mengenal karate sejak bangku SMP, Jan Piter berdiri di posisi berbeda: Kabag Ops Polres Pelabuhan Belawan.
Dua dunia yang tampak berbeda tersebut memiliki satu benang merah: disiplin, keberanian dan kemampuan mengendalikan diri.
DULU BERTARUNG DI ATAS MATRAS, KINI MENGAWAL KAMTIBMAS
Lahir di Siborongborong pada 1974, Jan Piter mulai mengenal karate sejak remaja.
Dunia olahraga kemudian membawanya menjadi atlet yang memperkuat Sumatera Utara. Ia disebut meraih medali emas PON XVI 2004 di Palembang.
Jejaknya kemudian berlanjut ke tingkat Asia Tenggara. Jan Piter juga disebut pernah meraih medali perunggu SEA Games di Vietnam.
Tidak berhenti di sana, pengalaman sebagai karateka membawanya mengikuti sejumlah pertandingan internasional, termasuk di Filipina dan Spanyol.
Arena pertandingan akhirnya berubah menjadi ruang pembinaan.
Pengalaman sebagai atlet membuat Jan Piter kemudian aktif sebagai pelatih dan pembina karate. Pada 2025, ia diketahui dipercaya sebagai Ketua Dewan Guru Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia (KKI) Sumatera Utara.
Dari posisi tersebut, ia terlibat dalam pembinaan atlet dan persiapan karateka Sumut menghadapi berbagai agenda kompetisi.
DARI BRIMOB MENUJU BELAWAN
Perjalanan di dunia olahraga ternyata berjalan beriringan dengan kariernya sebagai anggota Polri.
Jan Piter pernah menjalankan tugas di lingkungan Brimob Polda Sumatera Utara, termasuk sebagai Kasubbag Dal Ops Satbrimob Polda Sumut.
Pada 2021, ia dipercaya menjadi Kapolsek Percut Sei Tuan.
Kariernya terus bergerak hingga akhirnya dipercaya menduduki jabatan Kabag Ops Polres Pelabuhan Belawan dengan pangkat Kompol.
Di posisi ini, medan tugasnya bukan lagi pertandingan karate.
Yang dihadapi adalah dinamika keamanan masyarakat.
Perencanaan dan pengendalian operasi, patroli, pengamanan objek vital serta berbagai kegiatan pencegahan gangguan kamtibmas menjadi bagian dari tugas operasional yang dijalankannya.
KETIKA PENGALAMAN KARATE BERTEMU TUGAS KEPOLISIAN
Ada satu hal yang menarik dari perjalanan Jan Piter.
Karate tidak benar-benar ditinggalkannya setelah mengenakan seragam Polri.
Pada April 2025, sebagai Ketua Dewan Guru KKI Sumut, ia turut melepas tim karate KKI Sumut yang mengikuti Seleknas KKI di OSO Center, Tambun, Bekasi.
Ia juga tetap memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet muda.
Dalam wawancara dengan Mistar pada September 2026, Jan Piter menekankan pentingnya disiplin dan latihan mandiri. Menurutnya, latihan di dojo harus dilengkapi latihan tambahan agar kemampuan seorang karateka terus berkembang.
Pesan tersebut datang dari seseorang yang pernah merasakan langsung kerasnya persaingan di arena pertandingan.
BELAWAN MENJADI ARENA PENGABDIANNYA
Sebagai Kabag Ops Polres Pelabuhan Belawan, Jan Piter berada di bagian yang berkaitan langsung dengan pengendalian kegiatan operasional kepolisian.
Pada Mei 2026, ia turut memimpin monitoring sejumlah objek vital, termasuk SPBU dan kantor PLN, setelah terjadi gangguan listrik di wilayah Sumatera Utara.
Patroli skala besar juga dilakukan bersama personel Brimob dan Dit Samapta Polda Sumut untuk mengantisipasi kejahatan jalanan, tawuran dan gangguan kamtibmas.
Pada Agustus 2026, Jan Piter juga memberikan keterangan terkait respons Tim Macan Polres Pelabuhan Belawan terhadap gangguan keamanan dan aksi tawuran di kawasan Belawan.
Sebelumnya, pada Ramadan 2026, ia turut terlibat dalam patroli KRYD bersama personel BKO Sat Brimob dan Dit Samapta Polda Sumut.
DARI KARATEKA MUDA HINGGA PERWIRA POLRI
Perjalanan Jan Piter bukan sekadar cerita tentang perubahan profesi.
Ia adalah perjalanan dari seorang anak muda yang mengenal karate di Siborongborong, kemudian menjadi atlet, meraih prestasi, menjadi pelatih dan pembina, lalu menjalani karier panjang sebagai anggota Polri.
Matras karate memberinya pengalaman tentang disiplin.
Arena pertandingan mengajarinya menghadapi tekanan.
Sedangkan institusi kepolisian memberinya ruang untuk mengabdikan pengalaman tersebut dalam tugas pelayanan dan pengamanan masyarakat.
Kini, namanya berada di jajaran operasional Polres Pelabuhan Belawan.
Dari ring pertandingan menuju garis depan pengamanan wilayah.
Kompol Jan Piter Napitupulu, satu perjalanan—dua dunia, karate dan kepolisian—yang sama-sama menuntut disiplin, keberanian dan tanggung jawab.
PROFIL SINGKAT
Nama: Kompol Jan Piter Napitupulu, S.H., M.H.Lahir: Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, 1974Pangkat: Komisaris Polisi (Kompol)Jabatan: Kabag Ops Polres Pelabuhan BelawanLatar belakang: Mantan atlet karatePrestasi: PON 2004 dan SEA GamesOrganisasi: KKI Sumatera UtaraJabatan: Ketua Dewan Guru KKI SumutIstri: Diana Mariati br. Silaen, S.E.
(Tim Asatupro.com)